Refleksi Ramadan
REFLEKSI RAMADAN (2): Mubalig Menabur Nasihat, Jamaah Sibuk Ngerumpi
Padahal, ceramah sejatinya adalah tausiah; proses saling menasihati, membimbing, mengingatkan, mengoreksi, memberi, mencintai, dan menyayangi.
Tayang:
Editor:
AS Kambie
Padahal, ceramah sejatinya adalah tausiah; proses dan aksi timbal-balik (saling) menasihati, membimbing, mengingatkan, mengoreksi, memberi, mencintai, dan menyayangi.
Hanya dalam makna dan misi seperti itu, ceramah Ramadan diharap mampu mentransformasi umat secara intelektual, moral dan spiritual.(*)
SELANJUTNYA...
Apakah kerasnya volume corong pelantang (loud speaker) masjid yang mengelegarkan rekaman tilawah Al-Quran, salawat tahrim, dan Azan-iqamah menyebabkan lebih banyak orang yang datang bersalat jamaah di masjid tersebut?
TEMUKAN JAWABANNYA DI REFLEKSI RAMADAN WAHYUDDIN HALIM DALAM TRIBUN TIMUR CETAK EDISI SABTU, 19 MEI 2018
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/wahyuddin-halim_20180518_002923.jpg)