Breaking News:

Dokter Ahli RS Bhayangkara Jadi Saksi Kasus Pencabulan Oknum Kepsek di Makassar

Dokter ahli Rumah Sakit Bahayangkara Makassar, Mauludin dihadirkan dalam persidangan Pengadilan Negeri Makassar, Selasa (17/04/2018).

Penulis: Hasan Basri | Editor: Anita Kusuma Wardana
Internet
Ilustrasi pencabulan 

Laporan wartawan Tribun Timur Hasan Basri

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR --Dokter ahli Rumah Sakit Bahayangkara Makassar, Mauludin dihadirkan dalam persidangan Pengadilan Negeri Makassar, Selasa (17/04/2018).

Kehadiran Mauluddin untuk memberikan kesaksian atas perkara kasus dugaan pencabulan terhadap dua murid SD di Makassar dengan terdakwa oknum Kepala Sekolah berinisial SS.

"Yang bersaksi tadi adalah Dokter ahli dari Rumah Sakit Bhayangkara," kata Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Cabang Negeri Pelabuhan, Muhith Nur kepada Tribun.

Menurut Muhith setelah saksi ahli selanjutnya akan digelar pemeriksaan saksi meringankan yang dihadirkan oleh terdakwa.

SS oknum Kepala Sekolah didakwa menyetubuhi dan melakukan perbuatan cabul dengan mincium dan meraba kemaluan dua murid Sekolah Dasar (SD)
sejak November 2017 tahun lalu.

Korban pertama berinisial IL. Ia dicabuli sebanyak empat kali, sementara korban kedua berinisial SD hanya sekali.

Modus pelaku, yakni berpura-pura menyuruh korbannya membersihkan ruangan kepala sekolah dan piala piala yang terpajang di ruangan.

Pelaku melampiaskan nafsunya disaat kondisi ruangan sedang sepi dengan cara mencium kening dan meraba-raba kemaluan korbannya.

Atas perbuatan terdakwa, Said dijerat pasal 76E jo pasal 81 ayat 1, 2 undang undang nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak. Sebagaimana telah diuba pertama undang undang undang 35 tahun 2014 tentang perubahan UU 23 tahun 2002.

Sesuai pasal itu, maka terdakwa terancam pidana penjara maksimal 20 tahun penjara. Said mencabuli kedua korban di ruangan Kepala Sekolah atau tempat pelaku bekerja.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved