Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Satgas TTMD ke-101 Kodim 1402 Polmas Sunat 30 Anak di Lenggo,Gratis

Baksos khitanan massal ini merupakan kegiatan sasaran non fisik TMMD ke 101 Kodim 1402 Polmas

Penulis: Nurhadi | Editor: Suryana Anas
HANDOVER
khitanan massal yang digelar oleh Satuan Tigas (Satgas) TMMD ke-101 Kodim 1402 Polman, di Desa Lenggo, Kecamatan Bulo, Kabupaten Polman, Sulbar. 

Laporan Wartawan Tribun Timur, Nurhadi

TRIBUNSULBAR.COM, MAMUJU -Sebanyak 30 anak-anak Desa Lenggo, mengikuti khitanan massal yang digelar oleh Satuan Tigas (Satgas) TMMD ke-101 Kodim 1402 Polman, di Desa Lenggo, Kecamatan Bulo, Kabupaten Polman, Sulbar.

Baksos khitanan massal tersebut, dilaksanakan di dua tempat di antaranya, Dusun Lenggo 2 sebanyak 14 orang dan di Dusun Lenggo 1 sebanyak 16 orang. Kegiatan Baksos khitanan massal ini merupakan kegiatan sasaran non fisik TMMD ke 101 Kodim 1402 Polmas tersebut.

Dandim 1402 Polmas Letkol Arh Dedi Setia Arianto selaku Dansatgas TMMD ke 101 di wilayah Kabupaten Polman mengatakan, ada beberapa kegiatan non fisik yang dilaksanakan dalam rangka program TMMD ke 101 yang dipusatkan di Desa Lenggo, Kecamatan Bulo ini.

"Kegiatan bhakti sosial kihatanan massal ini bertujuan membantu masyarakat yang kurang mampu serta menciptakan kesetaraan derajat masyarakat dari ketertinggalan yang ada," kata Letkol Arh Dedi dalam rilis yang diterima TribunSulbar.com, Minggu (15/4/2018)

"Menurut informasi dari bidan desa, bahwa masih banyak anak-anak di desa ini yang di sunnat oleh dukun. Sehingga kita melakukan baksos sunatan gratis ini," ujarnya menambahkan.

Dandim mengajak kepada masyarakat Desa Lenggo, untuk menghindari sunat lewat dukun karena di desa sudah ada bidan desa yang bisa melakukan sunat secara medis yang lebih steril.

Sementara itu Kepala Desa Lenggo Andi Rusli Amin mengatakan, masyarakat Desa lenggo sangat terbantu dengan kehadiran TMMD di desanya.

"Banyak sekali kegiatan yang sangat membantu masyarakat selain dari kegiatan pembangunan jalan, Duiker, Rumah dinas sekolah bakhan jamban untuk warga salah satunya kegiatan non fisik yaitu sunnatan massal ini," kata Andi Rusli.

"Selama ini masih banyak anak-anak di desa ini yang disunnat oleh dukun bukan sama bidan desa dengan alasan kalau sama dukun lebih cepat sembuh dan prosesnya cepat," lanjutnya.

Ia menambahkan bahwa kebiasaan di desa ini juga banyak anak-anak disunnat setelah masuk SMP untuk menghindari pernikahan di usia dini.

"Saya meminta kepada masyarakat agar anak-anaknya jangan terlalu cepat di sunnat karena kalau sudah disunnat itu sudah minta menikah walau usianya masih sangat belia, ini juga yang menyebabkan banyak perceraian karena usia mereka belum dewasa untuk menikah,"Ungkap Kades.

Baca: Live Streaming PSIS Vs PSMS Medan, Ini Link Live Streaming Indosiar Kick Off 15.30 WIB

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved