Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Karim, Pemuda Jeneponto Nekat Gantung Diri di Hari Lamaran, Keluarga: Sudahmi Prewedding

"Kemarin, datangji juga pacaranya kasihan sama calon mertuanya, bahkan itu pacarnya tidak mau pulang ke Makassar"

Penulis: Muslimin Emba | Editor: Suryana Anas
abdul karim 

Laporan Wartawan Tribun Timur, Muslimin Emba 

TRIBUNJENEPONTO.COM, KELARA - Kematian Abdul Karim (38) warga Kampung Tolo Toa, Kelurahan Tolo Timur, Kecamatan Kelara, Jeneponto, masih menyisahkan tanya bagi tetangga dan sanak keluarganya.

Abdul Karim K nekat mengakhiri nyawanya dengan cara gantung diri, di kolong rumahnya, Jumat (13/04/2018) kemarin.

Beberapa tetangga dan keluarga besarnya yang ditemui di rumahnya, Sabtu (14/04/2018) siang, masih terlihat dalam suasana berduka di bawah kolong rumah panggung sederhana.

Kakak Abdul Karim, Nurhayanti (40) terlihat sibuk mencuci tumpukan pakaian kotor dengan raut sedih.

Dirinya yang dihampiri mengaku masih tidak menyangka adik yang ditemaninya menyambung hidup selama bertahun-tahun di Makassar itu telah tiada.

"Saya tinggal satu kos di Jl Kancil Utara Makassar, dia memang orangnya agak tertutup karena pendiam tapi setahu saya tidak adaji juga masalahnya yang bagaimana karena dia itu selaluji dia bawa santai hidupnya," kata Anti sapaannya.

Bukan hanya itu, kematian Abdul Karim begitu menyisahkan misteri lantaran hari kematiannya merupakan hari prosesi lamaran yang telah dijadwalkan jauh hari.

"Kemarin itu kasihan rencanya jam delapan pagi keluarga maumi pergi lamaran di rumah pacarnya di Jl Pengayoman, nama itu pacarnya Herlis adami sepuluh tahun lebih pacaran kasihan," ujarnya.

Andai pria lulusan SMA di Bantaeng itu tidak mengakhiri nyawanya sendiri, 21 April tahun ini.

"Sudahmi prawedding sama pacaranya, praweding untuk undangan sama resepsinya, tapi belum saya ambil cetakannya karena rencana tanggal 21 bulan ini itu rencananya akad nikahnyami," ungkap Anti.

Kesedihan yang dirasakan Anti sebagai sang kakak, lebih perih yang dirasakan Herlis kekasih Abdul Karim.

"Kemarin, datangji juga pacaranya kasihan sama calon mertuanya, bahkan itu pacarnya tidak mau pulang ke Makassar karena mungkin saking tidak nasangkami itu bilang ditinggalkanmi," kata Herlis karyawaty tokoh swalayan di Makassar itu.

Sang ayah, Kaimuddin pun demikian, dirinya memilih beraktivitas seperti biasanya dengan berjalan ke kebunnya.

Raut wajah yang masih sedih di tinggal putra kesayangannya tidak dapat disembunyikan saat dirinya tiba di kolong rumah.

Abdul Karim menghabisi nyawanya dengan cara menggantung dirinya menggunakan tali pengikat kambing.

Abdul Karim ditemukan pertama kali oleh ayahnya Kaimuddin dalam kondisi tergantung di bawa kolong rumah pukul 05.00 Wita, pagi.

Abdul Karim terakhir bekerja di salah satu hotel di Makassar beberapa pekan lalu sebagai pengawas karyawan.(*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved