BPP Mungkajang Palopo Sukses Uji Coba Penanaman Bibit Padi Varietas Inpari 30
Pada panen perdana yang memakan waktu 110 hari, bibit iitu mampu menghasilkan gabah 10,8 ton per hektare.
Penulis: Hamdan Soeharto | Editor: Hasriyani Latif
Laporan Wartawan TribunPalopo.com, Hamdan Soeharto
TRIBUNPALOPO.COM, WARA - Balai Penyuluh Pertanian (BPP) Kecamatan Mungkajang, Kota Palopo, Sulawesi Selatan (Sulsel), sukses melakukan uji coba penanaman bibit padi unggul varietas inpari 30.
Pada panen perdana yang memakan waktu 110 hari, bibit iitu mampu menghasilkan gabah 10,8 ton per hektare.
Kepala BPP Mungkajang Kota Palopo, Iswari Gunartiningsih, Jumat (13/4/2018) mengatakan hasil tersebut sangat memuaskan. Jika cara penanaman dan perawatannya ditingkatkan kemungkinan hasil juga akan semakin bertambah.
"Kalau bibit lain hasilnya masih dibawa 10 ton per hektare. Kalau ini berdasarkan uji coba dan sudah dipanen hasilnya memuaskan," katanya.
Baca: 8 Varietas Padi Luwu Utara Resmi Terdaftar di Kementan
Baca: Jadi Daerah Uji Coba, Desa Timusu di Soppeng Panen Perdana Padi Varietas Unggul
Ia menambahkan, kesuksesan tersebut tidak terlepas dari kerja keras tim BPP bersama kelompok tani dengan memanfaatkan agensi hayati tanaman refobia.
"Selain bibit yang unggul, kita memakai aplikasi teknologi tanaman organik, pupuk organik, pengairan secara berselang dan pengendalian hama secara terpadu," tuturnya.
Setelah sukses pada uji coba di demplot, pihak BPP Palopo yakin produktifitas gabah bisa terus meningkat bahkan mencapai 13 ton per hektare. Itu apabila para petani di Kota Palopo, khususnya di Kecamatan Mungkajang mengaplikasikan perduan teknologi dan tanaman refobia.
Di Kecamatan Mungkajang sendiri, luas areal persawahan seluas 57 hektare dan berada di Kelurahan Murante dan Mungkajang.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/balai-penyuluh-pertanian-bpp-kecamatan-mungkajang-kota-palopo_20180413_151846.jpg)