Ujian Nasional 2018

UNBK 2018 - Pelajar Coret-Coret Seragam, Kepsek Kena Sanksi?

Surat imbauan itu telah disebar ke 24 kabupaten dan kota di Sulsel, baik ke masing-masing cabang dinas dan sekolah.

UNBK 2018 - Pelajar Coret-Coret Seragam, Kepsek Kena Sanksi?
sanovra/tribuntimur.com
Sejumlah pelajar SMK menggelar aksi coret-coret usai mengikuti Ujian Nasional berbasis Komputer di depan sekolah SMK 4 Makassar, Jl Bandang, Kamis (12/4/2018). Aksi corat-coret seragam sekolah dengan menggunakan spidol dan cat semprot ini dilakukan dengan riang gembira walau belum ada pengumuman kelulusan atau hasil ujian yang mereka ikuti. 

Laporan wartawan Tribun Timur, Saldy

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Aksi coret-coret baju usai pelaksanaan ujian nasional (UN) rupanya belum bisa di hilangkan bagi kalangan pelajar.

Seperti yang berlangsung di SMK 4 Makassar, Jl Bandang, Bontoala, Makasssar, tak hanya siswa, para pelajar siswi pun ikut mencoret bajunya dengan pilox ataupun spidol.

Aksi coret-coret ini rupanya tidak dibenarkan oleh jajaran Dinas Pendidikan Sulsel.

Hal tersebut ditandai dengan selebaran surat imbauan yang melarang keras adanya aksi konvoi dan coret-coret baju seragam.

Sejumlah pelajar SMK menggelar aksi coret-coret usai mengikuti Ujian Nasional berbasis Komputer di depan sekolah SMK 4 Makassar, Jl Bandang, Kamis (12/4/2018). Aksi corat-coret seragam sekolah dengan menggunakan spidol dan cat semprot ini dilakukan dengan riang gembira walau belum ada pengumuman kelulusan atau hasil ujian yang mereka ikuti.
Sejumlah pelajar SMK menggelar aksi coret-coret usai mengikuti Ujian Nasional berbasis Komputer di depan sekolah SMK 4 Makassar, Jl Bandang, Kamis (12/4/2018). Aksi corat-coret seragam sekolah dengan menggunakan spidol dan cat semprot ini dilakukan dengan riang gembira walau belum ada pengumuman kelulusan atau hasil ujian yang mereka ikuti. (sanovra/tribuntimur.com)

Kamis (12/4/2018), Kabid Menengah Atas Disdik Sulsel, H Basri mengatakan surat imbauan itu telah disebar ke 24 kabupaten dan kota di Sulsel, baik ke masing-masing cabang dinas dan sekolah.

"Surat itu diteken langsung pak Kadis Irman dan pak Sekertaris. Tidak dibenarkan ada aksi seperti itu," ujar Basri.

Agar harapan ini bisa di patuhi pelajar, Disdik bahkan meminta jajaran kepolisian untuk menindak para pelajar yang melakukan konvoi.

Ia menambahkan dalam surat itu, tidak sekadar larangan konvoi dan coret-coret baju, tapi juga diadakan saran jika berkenan para pelajar yang telah mengikuti ujian bisa menyumbangkan bajunya kepada pelajar yang nota bene keluarga kurang mampu.

"Lebih baik kita melakukan hal-hal yang baik. Ini juga harusnya ada perhatian dan pengawasan orang tua agar semua bisa sinkron," Basri menambahkan.

Halaman
12
Penulis: Saldy Irawan
Editor: Suryana Anas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved