Oknum Bidan Alatengae Diduga Pungli dan Ancam Warga? Ini Penjelasan Kapus Bantimurung
Irwana dimintai Rp 900 ribu lantaran kartu keluarganya hilang dan Rahmawati Rp 400 ribu, padahal adminstasinya lengkap. (*
Penulis: Ansar | Editor: Suryana Anas
Laporan Wartawan Tribun Timur, Ansar Lempe
TRIBUN TIMUR.COM, MAROS - Kepala Puskesmas Bantimurung, Muh Ilyas Nur, memastikan, bidan Poskesdes Alatengae, Hasma tidak akan melaporkan dua warga Manjaling, Irwana dan Rahmawati, lantaran membeberkan dugaan pungutan liar yang dilakukannya.
Ilyas mengatakan, Hasma membantah jika ingin melaporkan warga tersebut ke Polisi.
Menurut Ilyas, Hasma mengaku, telah menemui Kadus, untuk menyampaikan, jika ada warganya sudah melahirkan namun KIS-nya tidak berfungsi lagi.
Hasma tidak pernah menyampaikan ke Kadus, terkait ancaman laporan tersebut.
"Saya sudah tanyakan ke Hasma, katanya dia tidak pernah mengancam akan melaporkan warga. Dia hanya temui pak Dusun, untuk menyampaikan kalau ada warganya seperti itu," katanya, Senin (9/4/2018).
Dua warga Manjalling, Desa Allatenggae, Bantimurung, Irwana dan Rahmawati mengaku telah mendapatkan ancaman dari oknum bidan Poskesdes, Hasma, yang telah membantunya melahirkan.
Seorang keluarga pasien, Nurdin mengatakan, keduanya diancam melalui Kepala Dusun Manjalling.
Kadus tersebut mendatangi rumah masing-masing pasien dan menyampaikan ancaman tersebut.
Hasma keberatan lantaran kedua warga miskin tersebut, menyampaikan kepada warga lainnya, jika dia dimintai uang saat melahirkan, beberapa waktu lalu.
Irwana dimintai Rp 900 ribu lantaran kartu keluarganya hilang dan Rahmawati Rp 400 ribu, padahal adminstasinya lengkap. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/kartu-kis2_20180409_130609.jpg)