Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Dalam Kurun Waktu Tiga Bulan, Sudah 20 Bencana Terjadi di Enrekang

Sejak Januari hingga Maret 2018, telah terjadi 20 kali bencana di wilayah Kabupaten Enrekang.

Tayang:
Penulis: Muh. Asiz Albar | Editor: Anita Kusuma Wardana
AZIS ALBAR
Banjir yang merendam Dusun Kabere, Desa Taulan, Kecamatan Cendana, Kabupaten Enrekang beberapa waktu lalu. 

Laporan Wartawan TribunEnrekang.com Muh Azis Albar

TRIBUNENREKANG.COM, ENREKANG-Sejak Januari hingga Maret 2018, telah terjadi 20 kali bencana di wilayah Kabupaten Enrekang.

Menurut Kepala BPBD Enrekang, Benny Mansjur, bencana yang kerap terjadi di Enrekang berupa banjir, longsor dan angin puting beliung.

Ketiga bencana tersebut memang yang paling sering terjadi di Bumi Massenrempulu.

Letak geografis yang hampir 85 persen gunung, serta dua sungai besar, yaitu sungai Mata Allo dan sungai Saddang yang mengairi Kota Enrekang memicu bencana tersebut.

Data dari Pusdalops BPBD Kabupaten Enrekang menyebutkan, 20 kejadian bencana yang terjadi selama tahun 2018 di Kabupaten Enrekang terdiri dari bencana longsor sebanyak 10 kali, banjir 4 kali dan angin puting beliung 6 kali.

Kecamatan Cendana dan Kecamatan Anggeraja paling sering terjadi bencana masing-masing enam kali kejadian.

Di kecamatan Cendana telah terjadi bencana banjir, longsor dan angin puting beliung masing-masing dua kali.

Sementara, bencana yang terjadi di Kecamatan Anggeraja masing-masing bencana longsor lima kali dan angin puting beliung satu kali.

Sedangkan, di Kecamatan Enrekang telah terjadi tiga kali bencana, yaitu bencana banjir satu kali dan angin puting beliung dua kali.

Sementara, empat kecamatan terjadi bencana satu kali, yakni kecamatan Bungin (banjir bandang), kecamatan Alla (longsor), kecamatan Buntu Batu (angin puting beliung) dan kecamatan Curio (longsor).

Berbagai kerusakan dan kerugian yang ditimbulkan dari kejadian itu. Terparah di Kecamatan Cendana.

Di Kecamatan itu satu rumah tertimpa pohon, dua jembatan rusak terseret banjir dan pagar sekolah SMP 5 Enrekang sepanjang 56 meter roboh diterjang banjir.

Di Kecamatan Anggeraja, dua rumah tertimpa pohon dan batu dari gunung.

Sementara, di kecamatan Bungin satu rumah warga terseret banjir bandang.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved