Dua Kelompok Warga di Bangkala Barat Jeneponto Tawuran, Ini Pemicunya
Tiba di rumahnya di Kampung Bisoli, Desa Banrimanurung, Lemang pun mengajak sejumlah keluarganya untuk mendatangi Yulli.
Penulis: Muslimin Emba | Editor: Imam Wahyudi
TRIBUNJENEPONTO.COM,BANGKALA - Dua kelompok warga terlibat perkelahian kelompok di kampung Bilaya, Desa Banrimanurung, Kecamatan Bangkala Barat, Jeneponto, Senin (02/04/2018) pukul 17.30 Wita.
Rilis yang diperoleh dari Plt Kasubag Humas Polres Jeneponto AKP Syahrul, perkelahian kelompok itu dipicu kesalahpahaman.
Bermula saat pria bernama Yulli (30) yang mengendarai traktor nyaris bertabrakan dengan motor yang dikendarai Lemang (30).
"Lelaki Yulli dan Lemang inj mau berkelahi namun dipisahkan oleh keluarga Yulli, setelah itu Lemang pun pulang ke rumahnya," tulis Syahrul.
Tiba di rumahnya di Kampung Bisoli, Desa Banrimanurung, Lemang pun mengajak sejumlah keluarganya untuk mendatangi Yulli.
"Sampai di TKP Lemang berteman lansung menganiaya Yulli secata bersama-sama dengan menggunakan tinju dan batu, setelah itu keluarga Yulli pun membantu Yulli yang akhirnya terjadilah perkelahian antar dua kelompok," Syahrul menambahkan.
Dikubu Lemang, terdapat sembilan orang yang melakukan penyerangan terhadap Yulli. Mereka, Sirajuddin, Usman, Sappara, Sanuddin, Jufri, Basri, Kadir, Firman dan Lemang sendiri.
Dikubu Yulli melibatkan tiga orang, yaitu Hamsah, Jimi Pratama dan Yulli sendiri.
Akibat perkelahian itu, tiga orang kelompok Lemang mengalami luka-luka. Mereka Sirajuddin, Usman dan Firman.
Sementara dikubu Yulli yang mengalami luka yaitu, Yulli sendiri dan dua rekannya Fatta alias Hamsah dan Jimi.
Beberapa korban mengalami luka terbuka pada bagian kepala dan di beberapa bagian tubuhnya.
Ke enam korban luka itu kini menjalani perawatan medis. Kasus itu kini ditangani Polsek Bangkala.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/taruwa_20180402_231631.jpg)