Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

citizen reporter

200 Tokoh Agama Buddha se-Indonesia Kumpul di Jakarta

Kegiatan ini dimaksudkan untuk meningkatkan koordinasi antarpengurus organisasi kelembagaan Buddha se-Indonesia.

Tayang:
Penulis: CitizenReporter | Editor: Jumadi Mappanganro
handover
Para peserta Musyawarah Organisasi Keagamaan Buddha Nasional di Hariston Hotel & Suites, Jakarta. Kegiatan ini berlangsung, 24-25 Maret 2018. 

Miguel Dharmadjie ST
Ketua Umum Lembaga Pengembangan Tripitaka Gatha (LPTG) Sulsel
Melaporkan dari Jakarta

Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Buddha (Ditjen Bimas Buddha) Kementerian Agama Republik Indonesia mengadakan Musyawarah Organisasi Keagamaan Buddha Nasional di Jakarta Tahun 2018. Berlangsung di Hariston Hotel & Suites, Jakarta, 24-25 Maret 2018.

Hal ini guna meningkatkan koordinasi antarpengurus organisasi kelembagaan Buddha serta pelayanan dan pembinaan terhadap umat Buddha se-Indonesia,

Diikuti 200 orang perwakilan dari Pengurus Pusat dan Pengurus Daerah berbagai Majelis / Organisasi / Lembaga Keagamaan Buddha serta tokoh agama Buddha se-Indonesia. Kegiatan ini bertujuan menyampaikan program Ditjen Bimas Buddha.

Juga untuk memberikan kesempatan kepada pengurus organisasi keagamaan Buddha untuk menyampaikan evaluasi program Ditjen Bimas Buddha dan musyawarah program Ditjen Bimas Buddha.

Pembukaan musyawarah dilakukan Direktur Jenderal (Dirjen) Bimas Buddha Kemenag RI Caliadi SH MH, Sabtu (24/3) siang.

Turut dihadiri Bhikkhu Sangha, Sekretaris Dirjen Bimas Buddha Nyoman Suriadarma SPd MPd MPdB dan Direktur Urusan dan Pendidikan (Urpendik) Agama Buddha Supriyadi MPd.

Kasubdit Kelembagaan Karsan SAg Mpd selaku penanggungjawab kegiatan, Pembimas Buddha, serta Pejabat Eselon III dan Eselon IV Ditjen Bimas Buddha juga hadir.

Caliadi mengatakan sebagai aset dan mitra strategis dalam melayani umat Buddha, maka perlu penguatan kerjasama antarmajelis yang ada serta penyamaan persepsi dalam rangka pembinaan umat sehingga pelayanan terhadap umat dapat dilakukan dengan baik.

"Berkaitan dengan tahun 2019 sebagai tahun politik maka Majelis harus jeli dalam pembinaan umat agar tidak terjebak dalam ranah politik serta tetap menjaga stabilitas pembangunan dengan mewujudkan Tri Kerukunan Umat Beragama dalam kehidupan berbangsa, bernegara dan bermasyarakat," pesannya. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved