Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Ketua Garda Pemuda NasDem Sulbar Bantu Warga Miskin di Rangas

Bantuan yang disalurkan dalam bentuk uang tunai kepada pasangan suami istri Talman (42) dan Syamsiah (42).

Penulis: Nurhadi | Editor: Hasriyani Latif
nurhadi/tribunsulbar.com
Plt Ketua Garda Pemuda NasDem Sulbar, Muhammad Aaron Sampetoding didampingi Sekretarisnya Risbar Berlian menyerahkan bantuan kepada warga miskin di Kelurahan Rangas, Kecamatan Simboro, Kabupaten Mamuju, Sulbar, Jumat (16/3/2018). 

Laporan Wartawan TribunSulbar.com, Nurhadi

TRIBUNSULBAR.COM, MAMUJU - Pelaksana Tugas (Plt) Ketua Garda Pemuda NasDem Sulawesi Barat (Sulbar), Muhammad Aaron Sampetoding, bantu warga miskin di Kelurahan Rangas, Kecamatan Simboro, Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat, Jumat (16/3/2018). 

Bantuan yang disalurkan dalam bentuk uang tunai kepada pasangan suami istri Talman (42) dan Syamsiah (42) yang tinggal di gubuk pinjaman bersama empat orang anaknya, tepat di samping Jl Arteri Mamuju atau depan Kantor Gubernur Sulbar.

"Sebenarnya ini hanya wujud keprihatinan sosial karena kita adalah organisasi pemuda sehingga harus memberikan perhatian kepada yang membutuhkan," kata Aaron kepada TribunSulbar.com.

"Ini diluar agenda sebenarnya, kebetulan saya dari Jakarta dan mendengar kabar soal kondisi keluarga Pak Talman, sehingga saya bersama kawan-kawan pemuda Garda NasDem Sulbar, tergerak hati untuk ingin membantu," tuturnya.

Ia mengatakan, dengan melihat kondisi Talman dan istrinya, memang sangat butuh perhatian sebab mereka tinggal digubuk tidak layak huni dan masih berpindah-pindah tempat.

Baca: Kapolres Takalar Bangun Rumah untuk Warga Miskin di Desa Lassang Barat

Baca: Yuk Dibantu, 24 Warga Miskin di Kabupaten Bantaeng Butuh Uluran Tangan

Sementara, lanjutnya, mereka butuh tempat yang tetap agar pendidikan anak Pak Talman tidak berantakan. "Nanti kita akan diskusikan bersama teman-teman Garda NasDem untuk kita carikan solusi tempat tinggal agar mereka bisa menetap," ungkapnya.

Istri Talman, Syamsiah mengaku bersyukur mendapatkan bantuan tersebut. Menurut pengakuannya, keluarga mereka belum pernah mendapat bantuan dari pemerintah setempat.

Pak Talman selama ini hanya bekerja serabutan. Kadang jadi pemulung, kadang juga harus menantang maut dengan bekerja sebagai tukang panjat kelapa demi mendapatkan uang untuk biaya makan sehari-hari.

"Saya baru satu bulan lebih tinggal disini, kita pindah-pindah terus karena tidak punya tempat, jadi pinjam lokasinya orang. Itulah juga kenapa sekolah anak kami juga tidak jelas," tambah Syamsiah.

"Mohon perhatiannya pemerintah setempat, minimal kami punya tempat tinggal. Kalau tidak ada tempat tinggal tetap, sekolah anak kami juga berantakan karena berpindah-pindah," lanjutnya.(*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved