Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Muhammad Kasim, Penggerak Masyarakat dari Puntondo

Kasim menceritakan bahwa tantangan yang dihadapi saat awal bergerak di Puntondo cukup besar, terutama mengubah mindset masyarakat

Penulis: Muhammad Ihsan Harahap | Editor: Anita Kusuma Wardana
IHSAN
Muhammad Kasim (kanan) dan Felina (kiri) ketika diwawancarai TribunTakalar.com di pinggir Teluk Puntondo, Desa Laikang, Mangarabombang, Takalar, Sabtu (9/3/18) 

Laporan Wartawan TribunTakalar.com, Muhammad Ihsan Harahap

TRIBUNTAKALAR.COM, MANGARABOMBANG- Kasim (42) sedang sibuk memberikan pengarahan kepada 16 siswa dan siswi SMKN 6 Palu ketika TribunTakalar.com menemuinya di pinggiran Teluk Puntondo, Dusun Puntondo, Desa Laikang, Mangarabombang, Takalar, Sabtu (10/3/2018) sore.

Para siswa dari SMKN 6 Palu tersebut sedang mengikuti Praktek Kerja Industri (Prakerin) yang diasuh oleh Usaha Kecil dan Menengah (UKM) Al Fajri dan Kelompok Ekowisata Teluk Laikang di bawah bimbingan Kasim.

Muhammad Kasim, S.Kel adalah mantan Ketua Senat Fakultas Kelautan dan Perikanan Universitas Hasanuddin tahun 2001-2002. Setelah malang melintang dalam dunia aktivisme, ia kembali ke kampung halamannya, Puntondo, untuk membaktikan dirinya kepada masyarakat.

"Dulu tidak ada yang berinisiatif untuk memulai mengembangkan potensi yang dimiliki masyarakat dan alam Puntondo. Jadi saya dan teman-teman lain bertekad untuk membaktikan diri saya di sini," kenang Kasim.

Kasim menceritakan bahwa tantangan yang dihadapi saat awal bergerak di Puntondo cukup besar, terutama mengubah mindset masyarakat. Pada awalnya ia membangun kelompok petani rumput laut bernama Bintang Bahari.

Melalui kelompok tersebut, ia mengedukasi masyarakat pesisir di Puntondo tentang rumput laut dan juga strategi menjaga kelestarian ekosistem pesisir. Ia juga bekerjasama dengan Pusat Pelestarian Lingkungan Hidup (PPLH) Puntondo yang berdiri sejak 2001.

Dedikasinya dalam mendidik masyarakat pesisir Puntondo terutama kelompok nelayan mengantarkan ia sebagai pemenang penghargaan Motivator Desa Pesisir 2008 dari Kementerian Kelautan dan Perikanan.

Prestasi Kasim membuat banyak sekolah tinggi dan kejuruan menempatkan siswa dan mahasiswa mereka untuk melakukan praktek lapang maupun Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Puntondo.

"Sejak 2010 beberapa sekolah dan kampus mengirimkan para pelajar mereka ke sini. Di antaranya Sekolah Tinggi Perikanan Jakarta, Akademi Perikanan Sidoarjo, Politeknik Negeri Tual Maluku Utara dan beberapa sekolah lain termasuk dari SMKN 6 Palu yang sedang kami bimbing sekarang," jelas Kasim.

Pada 2017, ia dan masyarakat Puntondo mendirikan Usaha Kecil Menengah (UKM) Al Fikri dan mengolah berbagai produk yang dihasilkan dari rumput laut seperti agar-agar dan cinderamata.

Fia (16) dan Felina (17), siswi SMKN 6 Palu yang sedang mengikuti Prakerin di bawah bimbingan Kasim menyatakan kesannya selama di Puntondo.

"Di sini kami mendapatkan apa yang tidak kami dapat dari sekolah dengan metode belajar yang seru," ucap Fia. "Saya jadi bisa membedakan jenis-jenis rumput laut. Warga di sini juga ramah dan banyak membantu kami," sambung Felina.

"Kami mengembangkan kurikulum lapangan dengan materi dan praktek pembelajaran yang kreatif. Setiap senin kami menyampaikan materi di kelas. Selasa hingga sabtu kami isi dengan praktek. Kami ingin agar para siswa bersentuhan langsung dengan masyarakat lokal, misalnya dengan memasang benih pada tali untuk rumput laut, memanen, melakukan konservasi hutan bakau, dan lainnya," terang Kasim.

Ditanya mengenai rencananya ke depan, Kasim mengatakan bahwa ia akan tetap fokus untuk mengedukasi dan bersinergi dengan masyarakat lokal di Puntondo agar ekosistem pesisir di sana bisa lestari.

"Jika bukan putra daerah sendiri yang membangun kampung kita, maka siapa lagi? Dan jika tidak dimulai dari sekarang, kapan lagi?" tutup Kasim. 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved