Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Astaga! Dosen Wanita Ini Ditangkap Sebarkan Hoax Muazin Dibunuh Orang Gila, Liat Postingannya

Berita hoaks yang disebarkannya berisi tentang dibunuhnya seorang muazin Majalengka oleh orang yang berpura-pura gila.

Penulis: St Hamdana Rahman | Editor: Mansur AM
ANSAR/TRIBUN TIMUR
Ilustrasi berantas hoax 

TRIBUN-TIMUR.COM -  Satu per satu pelaku penyebar berita bohong alias hoax mulai diciduk polisi. 

Pelaku datang dari berbagai latar belakang. Seperti kasus berikut, pelakunya tak diduga.

Polisi menangkap pelaku yang diduga menyebarkan berita hoaks di media sosial.

Pelaku diketahui seorang dosen wanita berinisial TAW (40), warga Desa Tirtomartini, Kecamatan Kalasan, Kabupaten Sleman, Jawa Tengah.

Berita hoaks yang disebarkannya berisi tentang dibunuhnya seorang muazin Majalengka oleh orang yang berpura-pura gila.

Baca: Denny Siregar: Micin Cyber Army, Bukan Muslim. Terima Kasih Pak Polisi dan Jenderal Tito

Baca: Cantiknya Dokter Siska Karina Imran Istri Wali Kota Kendari, Sayang Suaminya Diperiksa KPK

Baca: https://rekrutmen.bpjsketenagakerjaan.go.id - Lowongan Kerja BPJS Ketenagakerjaan, Banyak Diterima

Berita hoaks tersebut disebarkannya melalui media sosial Facebook.

Dir Reskrimum Polda Jabar Kombes Umar Surya Fana menjelaskan, penangkapan pelaku berdasarkan laporan polisi nomor Lp/81/A /II/2018/Jbr/Res Mjl/Sat.Reskrim tertanggal 22 Februari 2018.

TAW ditangkap personel Sat Reskrim Polres Majalengka dan Dit Direskrimum Polda Jabar di kawasan Jakarta Utara, Senin (26/2/2018) malam, dan langsung dibawa ke Polres Majalengka.

Umar menjelaskan, berita bohong ini diketahui anggota Polres Majalengka pada Sabtu (17/2/2018) sekitar pukul 12.00 melalui media sosial Facebook atas nama akun Tara Dev Sams yang dilakukan pelaku TAW.

Akun tersebut memuat berita hoaks yang berisi: “SIAPA KEMAREN YANG KEPANASAN SUARA ADZAN ?? dan seorang Muadzin jadi korban (yang katanya) orang gila. ???? Innalillahi wa innailahi Rojiun, nama beliau bpk Bahron seorang muadzin di desa sindang kec. Cikijing. Majalengka Jawa Barat. Modus perampokan disertai pembunuhan… Mungkin kah orang gila lagi pelakunya? KEBENARAN AKAN MENEMUKAN JALANNYA DAN ITULAH KEPEDIHAN BAGI PARA PENCIPTA & PEMAIN SANDIWARA INI.. ALLAH MAHA MEMBALAS...aamiin ”

Namun, dari hasil penyelidikan, polisi tak menemukan adanya korban muazin dan pelaku dengan gangguan jiwa.

"Atas kejadian tersebut, masyarakat di Kabupaten Majalengka menjadi resah dan takut sehingga menimbulkan kegaduhan dan rasa kebencian seseorang atau salah satu pihak," ujar Umar melalui pesan singkat, Selasa (27/2/2018).

Polisi kemudian memburu penyebar berita bohong tersebut.

Setelah didapatkan identitas pelaku, polisi langsung mengejar dan menangkap pelaku.

Hingga kini, polisi masih mengembangkan kasus tersebut.

Postingan Dosen Wanita

Tribun-timur.com mencoba mengakses akun Facebook Tara Dev Sams yang disebut polisi. 

Berikut postingan terakhir Tara Dev Sams yang ternyata pemilik aslinya adalah dosen wanita di atas: 

Postingan terakhi Tara Dev Sams, 25 Februari 2018
Postingan terakhi Tara Dev Sams, 25 Februari 2018 (FACEBOOK TARA DEV SAMS)

Bendahara Puskesmas Anggota Muslim Cyber Army Ditangkap 

Penangkapan RSD, seorang anggota The Family Muslim Cyber Army (MCA) di Pangkal Pinang, Kepulauan Bangka Belitung, mengagetkan rekan kerjanya dan warga sekitar.

Sebab, RSD dikenal sebagai pribadi yang menyenangkan dan tidak terlalu menonjol.

RSD ditangkap di rumahnya di kawasan Selindung, yang hanya berjarak sekitar 10 meter dari Puskesmas Selindung, tempatnya bertugas sebagai aparatur sipil negara, yaitu bendahara puskesmas.

Meski RSD ditangkap pada Senin (26/2/2018) siang, tetapi kehebohan baru terjadi pada Selasa (27/2/2018) pagi karena para tetangga ataupun rekan kerja baru melihat beritanya di media online dan televisi.

Menurut rekan kerjanya, Liliana Dwi Esti, selama ini RSD dikenal sebagai pribadi yang menyenangkan, bahkan tidak terlalu menonjol.

Dalam pergaulan sehari-hari pun, RSD tidak pernah menyampaikan informasi kebencian. “Kita semua kaget, soalnya selama ini dia terlihat biasa saja.

Pembicaraan pun hanya seputar pekerjaan atau keluarga,” ujar Lilian yang berprofesi sebagai bidan di Puskesmas Selindung.

Pasca-penangkapan itu, rumah RSD menjadi tertutup.

Namun, dari informasi yang diterima Kompas.com, baik istri maupun anaknya masih mendiami rumah tersebut.

Selain RSD di Pangkal Pinang, polisi juga menangkap anggota MCA lainnya di Tanjung Priok, Palu, Bali, dan Sumedang.(*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Polisi Tangkap Dosen Wanita Penyebar Hoaks di Medsos", 

Baca: https://rekrutmen.bpjsketenagakerjaan.go.id - Lowongan Kerja BPJS Ketenagakerjaan, Banyak Diterima

Baca: Denny Siregar: Micin Cyber Army, Bukan Muslim. Terima Kasih Pak Polisi dan Jenderal Tito

Baca: Cantiknya Dokter Siska Karina Imran Istri Wali Kota Kendari, Sayang Suaminya Diperiksa KPK

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved