Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Polda Sulsel Sebut Abu Tous Menyerah Berangkatkan Jamaah Umrah

Penyidik Ditreskrimsus Polda Sulsel melakukan pemanggilan terhadap pihak Kanwil Agama Sulsel, terkait Abutours.

Penulis: Darul Amri Lobubun | Editor: Suryana Anas
TRIBUN TIMUR/DARUL AMRI
Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Pol Dicky Sondani 

Laporan Wartawan Tribun Timur, Darul Amri Lobubun

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Penyidik Polda Sulsel mengaku, pihak Abutous sudah tidak sanggup lagi untuk memberangkatkan jamaah Umroh.

Menurut Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Pol Dicky Sondani manajemen Abutous melalui pemeriksaan penyidik Polda, mereka sudah tidak mampu lagi.

"Sudah ada salah satu direktur mereka yang kami panggil dan mereka mengaku, sudah tidak bisa berangkatkan jamaah," ungkap Dicky, Selasa (27/2/2018).

Lanjut Dicky, hal itu diketahui karena keuangan dari manajemen Abutour ini sudah sangat minim, apalagi diketahui ada pajak tambahan keberangkatan.

"Jadi kalau ini dipaksa untuk beberapa bulan kedepan ini, abutour tidak akan bisa untuk memberangkatkan jamaah untuk lakukan umroh," lanjut Dicky.

Sebelumnnya, penyidik Ditreskrimsus Polda Sulsel melakukan pemanggilan terhadap pihak Kanwil Agama Sulsel, tersangkut persoalan travel Abutour.

Hal tersebut menyusul adanya 252 laporan yang masuk dari 13 daerah di Sulsel, hingga dari luar Sulsel di Posko pengaduan Abutour di Polda Sulsel.

Dicky mengaku, pihaknya juga sudah melakukan gelar perkara pertama untuk menaikan laporan tersebut ke proses penyelidikan dugaan kasus Pidana.

"Jadi sudah ada gelar perkara apa bisa disidik dan memang kasus ini layak di sidik. Setelah ini baru gelar penentuan tersangkanya," tambah Dicky Sondani.

Sebelumnya, pada tanggal 21 Februari 2018, para jamaah travel Abutour yang sudah mengadu ke Posko Pengaduan Abutour di Polda, itu dari 13 daerah.

Parq jamaah asal 13 daerah seperti, Makassar ada 126 orang, Bone, ada 48 orang, Takalar ada 2 orang, Pinrang ada 6 orang, dan Maros ada 14 orang.

Pangkep 7 orang, Gowa 8 orang, Palopo 11 orang, Palu 1 orang, Selayar 5 orang, Jeneponto 4 orang, Majene (Sulbar) 16 orang dan juga dari Kaltim, 2 orang. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved