Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Alasan Ini, Pemkab Magetan Kerjasama Program Transmigrasi Dengan Luwu Timur

Menurut Sumantri, berdasarkan informasinya, program transmigrasi di Luwu Timur berjalan sangat baik.

Penulis: Ivan Ismar | Editor: Imam Wahyudi
ivan/tribunlutim.com
Bupati Magetan, Sumantri (kiri) dan Bupati Luwu Timur, Thorig Husler 

Laporan Wartawan TribunLutim.com, Ivan Ismar

TRIBUNLUTIM.COM, MALILI - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Magetan, Jawa Timur kerjasama program transmigrasi dengan Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan (Sulsel).

Itu terungkap dalam kunjungan kerja Bupati Magetan, Sumantri dan rombongan di daerah berjuluk Bumi Batara Guru, Kamis (22/2/2018) malam.

Sumantri disambut Bupati Luwu Timur, Thorig Husler.

"Kami ingin melakukan kerjasama dengan menitipkan warga kami untuk menjadi peserta transmigrasi di Luwu Timur," kata Sumantri di Rujab Bupati Luwu Timur, Jumat (23/2/2018).

Menurut Sumantri, berdasarkan informasinya, program transmigrasi di Luwu Timur berjalan sangat baik.

"Makanya kami datang kemari untuk melihat langsung di lapangan seperti apa program transmigrasi tersebut dijalankan," katanya.

Sumantri juga mengharapkan kunjungan balasan dari Pemkab Luwu Timur ke Kabupaten Magetan.

"Saya menunggu kedatangan bapak Bupati Luwu Timur dan jajaran untuk berkunjung ke daerah kami sekaligus juga saling bertukar informasi, baik itu program maupun kebijakan pembangunan," tambahnya.

Husler mengatakan, secara umum masyarakat Luwu Timur sangatlah majemuk yang terdiri dari berbagai suku budaya dan adat istiadat.

Jika melihat sejarah, kata Husler, hampir sebagian besar wilayah Luwu Timur dihuni oleh masyarakat yang dulunya merupakan warga transmigrasi.

"Makanya banyak orang bilang kalau Luwu Timur ini Indonesia mini. Namun kami sangat bersyukur potensi keberagaman ini terpelihara dengan baik," kata Husler.

Pemkab Luwu Timur menempatkan warga transmigran di wilayah Mahalona, Kecamatan Towuti, namanya Kawasan Terpadu Mandiri (KTM) Mahalona.

Dulunya berupa satuan pemukiman (SP) 1 hingga 4 yang dihuni kurang lebih 900 kepala keluarga. Kini statusnya sudah berubah menjadi desa.

Husler mengharapkan, kerja sama tidak hanya fokus di sektor transmigrasi, namun diharapkan bisa menyentuh sektor-sektor lainnya.

Sumber: Tribun Timur
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved