Kecelakaan Kerja di Sulsel Meningkat Drastis, Klaim Santunan Capai Rp 12,09 Miliar

"Pada 2015 terdapat 780 kasus, 2016 turun tipis 747 kasus, namun naik drastis pada 2017 menjadi 943 kasus," katanya.

Kecelakaan Kerja di Sulsel Meningkat Drastis, Klaim Santunan Capai Rp 12,09 Miliar
ilustrasi K3 

Laporan Wartawan Tribun Timur, Muhammad Fadhly Ali

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR -- Peringatan Upacara Bulan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Nasional 2018 tingkat Provinsi Sulsel digelar di PT Industri Kapal Indonesia (IKI) Jl Galangan Kapal Makassar, Kamis (15/2).

Puluhan perusahaan negeri dan swasta hadir mengikuti upacara dengan inspektur Asisten II Bidang Perekonomian Pemprov Sulsel, Muh Firda.

Dalam sambutannya, Muh Firda yang mewakili Gubernur Sulsel memohon maaf karena Syahrul Yasin Limpo harus menemani presiden Joko Widodo yang sedang berkunjung ke beberapa daerah di Sulsel.

Menurutnya, Indonesia telah mencapi kemajuan cukup pesat hampir semua sektor khususnya di Sulsel uang menunjukkan dinamika lebih baik dalam kesejahteraan rakyat.

"Di balik kemajuan yang telah dicapai, masih terdapat keadaan yang tidak kita kehendaki. Di bidang ketenagakerjaan misalnya, bencana industri, kecelakaan kerja, penyakit akibat kerja, hingga pencemaran yang menimbulkan kerugian materi tidak dapat dielakkan," kata Firda.

Data Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan Wilayah Sulawesi dan Maluku memperlihatkan, kecelakaan kerja tiga tahun terakhir mengalami peningkatan drastis.

"Pada 2015 terdapat 780 kasus, 2016 turun tipis 747 kasus, namun naik drastis pada 2017 menjadi 943 kasus," katanya.

Hal ini berkolerasi dengan jumlah santunan yang dibayarkan. "Tahun 2015 santunan yang dibayarkan sekitar Rp 9,6 juta, 2016 santunan naik drastis menjadi Rp 10,37 miliar, dan 2017 naik di angka RP 12,09 miliar," ujarnya.

Hal ini memberi gambaran bahwa dibutuhkan kerja keras semua pihak agar kecelakaan kerja dan penyakir akibat kerja (PAK) dapat diminimalkan atau bahkan dihilangkan.

"Karena itu, penguasaan dan penerapan K3 mutlak diperlukan," katanya. (*)

Penulis: Muhammad Fadhly Ali
Editor: Anita Kusuma Wardana
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved