TERPOPULER:Foto Panas Peni & Zumi Zola Tersangka KPK, Keberadaan Julianto Tio, Balasan Zaadit Taqwa

Editor tribun-timur.com kembali menghadirkan rangkuman berita terpopuler satu hari sebelumnya.

TERPOPULER:Foto Panas Peni & Zumi Zola Tersangka KPK, Keberadaan Julianto Tio, Balasan Zaadit Taqwa
Kolase foto Tribun Timur 

Bahkan, Zumi dan Ayu sudah merencanakan pernikahan.

Namun, rencana pernikahan itutidak pernah dilangsungkan.

Secara sepihak, Zumi membatalkannya.

Tak pelak, Ayu kecewa.

Hatinya benar-benar terluka.

Bukan Ayu saja yang mengalami nasib demikian.

Wanita bernama Cassandra Massardi, putri sutradara kondang Noorca Massardi juga pernah menjalin hubungan asmara dengan Zumi.

Hubungan mereka berkembang sangat serius dengan merencanakan pernikahan.

Menurut sumber Tribunnews.com, saat itu, rencana pernikahan Zumi dan Cassandra sudah direncanakan dengan matang.

Bahkan undangan sudah disebar.

Namun, tiba-tiba Zumi membatalkan rencana pernikahannya dengan Cassandra.

Peristiwa itu terjadi sebelum Zumi berpacaran dengan Ayu Dewi.

Saat itu, tak diketahui alasan mengapa Zumi membatalkan rencana pernikahan tersebut.

Yang jelas, pembatalan itu membuat keluarga Noorca kecewa.

Agak lama berselang kemudian, pada tahun 2012, Zumi kembali menjadi bahan pemberitaan, namun kali ini dirinyalah 'sang korban'.

Dia yang saat itu berusia 31 tahun dan menjabat Bupati Tanjung Jabung Timur, Jambi itu dituding berzina dengan istri Bernaldi Kadir Djemat alias Aldi, Peni Farnita.

Aldi mengaku menyimpan foto-foto perselingkuhan yang dilakukan oleh Zumi dan Peni.

Tudingan itu pun sempat menyeretnya untuk berurusan dengan pihak kepolisian.

Namun, Aldi yang melaporkan Zumi atas tuduhan perzinahan dengan istrinya, justru harus meringkuk dalam bui Metro Polres Jakarta Selatan setelah diotetapkan sebagai tersangka.

Penyebabnya, tak terkait pada laporan atas Zumi.

Tapi, karena laporan sekretaris istrinya, yang melaporkan Aldi pada Oktober 2011 lalu karena upaya tindakan kekerasan fisik.

Sejak Selasa (7/2/2012), Aldi resmi ditahan.

Hal tersebut telah dibenarkan salah satu kuasa hukumnya, Humprey Djemat.

SELANJUTNYA BACA DI SINI

Terkuak! Julianto Tio Lakukan Ini Usai Sidang Cerai Perdana Veronica-Ahok & Perlakuan ke Karyawan

 Kasus perceraian mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok dengan istrinya Veronica tan masih menjadi perbincangan hangat.

Seperti diketahui, Ahok gugat cerai istri saat masih di balik jeruji besi karena alasan perselingkuhan.

Sosok pengusaha Julianto Tio alias Ahwa yang disebut sebagai teman dekat atau selingkuhan istri.

Meski masyarakat sudah heboh memberitakan, sosok Julianto kini masih misterius.

Belum diketahui siapa dirinya sebenarnya dan kemana dirinya saat ini.

Namun yang pasti ada beberapa informasi akurat yang menggambarkan sosoknya.

Kolase foto Julianto Tio dan perusahaannya
Kolase foto Julianto Tio dan perusahaannya ()

Dia adalah pemilik perusahaan PT Tio Niaga Jaya Lestari dimana kantor berlokasi di Penjaringan, Jakarta Utara.

Sayangnya perusahaan tersebut lebih sering tutup sejak ada pemberitaan bahwa Julianto Tio menjadi "orang ketiga" dalam hubungan rumah tangga Ahok dan Vero.

"Bahkan, kantor ini sempat tutup seminggu penuh saat awal dia diberitakan di media," tutursalah seorang karyawan yang enggan disebut namanya.

Sumber lain menceritakan, ia sempat mendengar kabar dari seorang yang pernah bekerja di PT Tio Niaga bahwa Tio hendak pindah kantor ke kawasan Alam Sutra, Tangerang, sebelum namanya ramai diberitakan di media massa.

Mungkinkan Julianto berada di sana? biar waktu yang menjawab!.

SELENGKAPNYA BACA DI SINI

Berani Beri Jokowi Kartu Kuning, Ketua BEM UI Zaadit Taqwa Akhirnya Dapat Ganjaran Tak Disangka

Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI), Zaadit Taqwa memberikan "kartu kuning" kepada Presiden RI, Joko Widodo.

Aksi itu dilakukan saat Jokowi menghadiri acara Dies Natalis Ke-68 UI di Balairung, Depok, Jawa Barat, Jumat (2/2/2018).

Akibat aksi itu, Zaadit diamankan Paspampres.

Zaadit mengatakan, kartu kuning itu diberikan kepada Jokowi sebagai bentuk peringatan atas berbagai masalah yang terjadi di dalam negeri.

"Sudah seharusnya Presiden Joko Widodo diberi peringatan untuk melakukan evaluasi di tahun keempatnya” kata Zaadit kepada Kompas.com, Jumat (2/2/2018).

Zaadit mengatakan, dalam tahun keempat pemerintahan Jokowi, ada sejumlah hal yang menjadi sorotan BEM UI.

Masalah tersebut adalah isu gizi buruk di Asmat, isu penghidupan kembali dwifungsi Polri/TNI, dan penerapan peraturan baru organisasi mahasiswa.

"Masih banyak isu yang membuat masyarakat resah atas kondisi Indonesia," kata Zaadit.

Isu gizi buruk di Asmat berdasarkan data Kemenkes menyebutkan, terdapat 646 anak terkena wabah campak dan 144 anak menderita gizi buruk di Asmat.

Selain itu, ditemukan pula 25 anak suspek campak serta empat anak yang terkena campak dan gizi buruk.

BEM UI mempertanyakan mengapa gizi buruk masih terus terjadi meski Papua memiliki dana otonomi khusus atau otsus yang besar.

Pada 2017, dana otsus untuk Papua mencapai Rp 11,67 triliun, yaitu Rp 8,2 triliun untuk Provinsi Papua dan Rp 3,47 triliun untuk Provinsi Papua Barat.

"Kondisi gizi buruk tersebut tidak sebanding dengan dana otonomi khusus yang pemerintah alokasikan untuk Papua," katanya.

BEM UI juga menyoroti langkah pemerintah mengusulkan Asisten Operasi Kapolri Irjen Mochamad Iriawan sebagai penjabat gubernur Jabar dan Kadiv Propam Polri Irjen Martuani Sormin sebagai penjabat gubernur Sumut.

Langkah ini dinilai memunculkan dwifungsi Polri/TNI.

Zaadit Taqwa dan Presiden
Zaadit Taqwa dan Presiden ()

"Hal tersebut dikhawatirkan dapat mencederai netralitas Polri/TNI," kata Zaadith.

Lalu, pada isu terakhir, BEM UI juga menyoroti adanya draf peraturan baru organisasi mahasiswa (ormawa).

Aturan baru itu dinilai mengancam kebebasan berorganisasi dan gerakan kritis mahasiswa.

Terpisah, Staf Khusus Presiden Bidang Komunikasi Johan Budi memastikan, Presiden tidak tersinggung dengan aksi mahasiswa UI yang mengacungkan kartu kuning tersebut.

"Terhadap aksi ini, Presiden Jokowi biasa saja, enggak tersinggung," ujar Johan seusai acara tersebut. 

Presiden tetap mengikuti acara hingga selesai.

Ia juga tidak memerintahkan apa-apa kepada jajarannya terkait peristiwa tersebut. 

Ditawari Beasiswa dan Umrah

Aksi berani Zaadit menuai simpati dari sejumlah pihak, antara lain dari Azzam Mujahid Izzulhaq.

Sebagai bentuk dukungan, Azzam sekaligus pendiri AMI Group dan AMI Foundation menawarkan beasiswa kuliah di Jerman atau Turki dan umrah kepada mahasiswa jurusan fisika tersebut.

Tawaran disampaikan melalui pesan singkat aplikasi WhatsApp.

Namun, rupanya Zaadit menolak secara halus.

Dia menyebut jika masih banyak urusan harus diselesaikan di internal BEM UI. BACA LAGI DI SINI

(*)

Editor: Rasni
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved