Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Murid e-School Pinrang Pelajari Budaya Bali

Program ini juga berupaya untuk menumbuhkan rasa kebanggaan anak-anak dengan Indonesia.

Penulis: Hery Syahrullah | Editor: Hasriyani Latif
hery syahrullah/TribunPinrang.com
Lembaga Pendidikan e-SchooL Pinrang memperkenalkan seluk-beluk kebudayaan Bali kepada peserta didiknya. 

Laporan Wartawan TribunPinrang.com, Hery Syahrullah

TRIBUNPINRANG.COM, WATANG SAWITTO - Lembaga Pendidikan e-SchooL Pinrang memperkenalkan seluk-beluk kebudayaan Bali kepada peserta didiknya. Hal itu merupakan bagian dari program nusantara yang digagas untuk menumbuhkembangkan toleransi sejak dini.

Direktur e-School,  Hijriah Syam menuturkan program itu digelar rutin setiap bulan. "Jadi setiap tanggal 17 semua anak e-SchooL menggunakan pakaian adat tradisional yang ada di Indonesia. Kemudian, guru memberikan materi terkait itu. Satu kali pertemuan, bahas satu kebudayaan. Pertemuan hari ini mengulas budaya Bali," kata perempuan yang akrab disapa Bunda Hajar ini saat dikonfirmasi TribunPinrang.com, Rabu (17/1/2018).

Ia memaparkan, ada beberapa sub materi yang disuguhkan dalam pembelajaran tentang Bali tersebut. Di antaranya, tentang lokasi pulau Bali di Peta Indonesia, Bali sebagai salah satu objek wisata idaman, hingga tentang tarian Kecak asal Bali yang paling terkenal.

Baca: e-School Pinrang Peringati Hari Ibu di Jompie, Kegiatannya Bikin Haru

Baca: Murid e-School Pinrang Ziarahi Makam Pahlawan di Palia

Selain itu, pihaknya juga mengajarkan tradisi Bali tentang ngaben (tradisi bakar mayat agama Hindu, dengan miniatur ngaben). "Ada juga agenda mewarnai gambar anjing Kintamani, salah satu anjing khas Bali yang terkenal hingga ke luar negeri," jelasnya.

Melalui program ini, pihaknya ingin memperkenalkan adat, budaya, dan wisata domestik Indonesia kepada peserta didik. Program ini juga berupaya untuk menumbuhkan rasa kebanggaan anak-anak dengan Indonesia.

"Mereka harus diajarkan berjalan bangga dengan nuansa ke-Indonesia-an," ujarnya. Ia menambahkan, program tersebut sudah berlangsung dalam kurun waktu empat bulan dan telah membahas budaya Sulsel, Aceh, Sumatera Barat, dan Bali.(*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved