CITIZEN REPORTER
Pelaku Usaha Diminta Tetap Optimis Kembangkan Peluang Bisnis Wisata Halal
Disampaikan dalam pertemuan bulanan Indonesia Marketing Association dikenal dengan IMA Business Forum
Penulis: CitizenReporter | Editor: Suryana Anas
Citizen Reporetr, Fatimah Sekertaris IMA Chapter Makassar melaporkan dari Makassar
Ditahun 2018 ini pelaku bisnis di daerah ini harus pintar-pintar melihat tren perubahan bisnis secara global. Salah satunya adalah perilaku konsumen untuk kebutuhan wisata halal, Ini belum tergarap dengan baik., ungkap Yusuf Sandi (Managing Direktor Phinisi Hospitality) dalam pertemuan bulanan Indonesia Marketing Association dikenal dengan IMA Business Forum dengan tema kali ini Indonesia economic and business outlook 2018, menuju pertumbuhan berkelanjutan, di Quality Plaza Hotel, Selasa 19 Desember 2017.
Lebih lanjut, Yusuf Sandi bilang bahwa orang datang ke Makassar kan cari kuliner, adanya sertifikasi halal di restoran misalnya, membuat konsumen merasa terjamin. “Apalagi hotel-hotel kita disini masih jarang menerapkan system kitchen halal, ini sebenarnya akan menjadi nilai tambah bagi pengelola hotel dalam meningkatkan layanan mereka tidak hanya pasar muslim, namun pasar-pasar non muslim pun bisa” ujar nya lagi
Andi Hudli Huduri, GM KTI Panin Bank memaparkan bahwa sektor perbankan ikut merasakan perlambatan ditahun 2015 sampai 2016. Tugas utama kami diperbankan adalah menekan NPL (Non Performing Loan) yang beberapa tahun ini cenderung meninggi. Namun kita harus tetap optimis, ditahun 2018 akan membaik.
Dari kalangan pengusaha diwakili Ketua APINDO Makassar Ir.Muammar Muhayang, lebih banyak menyoroti pemerintah didaerah yang masih saja cenderung mempersulit pengusaha. “Perlu reformasi birokrasi, kalau bisa perisinan tidak terlalu banyak, cukup satu kali, tidak lama dan bertele-tele. Ia mencontohkan di negara tetangga seperti di Thailand yang pengurusan bisa dilakukan secara online dan terintegrasi, imbuhnya.
Ketua Umum DEIT (Dewan Ekonomi Indonesia Pusat) Annar Salahuddin Sampetoding, dalam sesinya lebih banyak memberi inspirasi bahwa pengusaha-pengusaha lokal harus berani keluar, tidak hanya di Makassar saja. Iapun menjelaskan peranan DEIT (Dewan Ekonomi Indonesia TImur) yang akan melakukan langkah-langkah strategis untuk mengembangkan potensi-potensi di Kawasan Timur Indonesia yang menurutnya belum optimal digarap selama ini.
Sesi akhir, Anggiat Sinaga yang merupakan Ketua PHRI Sulsel memberi peluang bagi pelaku UMKM di Sulawesi Selatan untuk memanfaatkan kebutuhan-kebutuhan hotel dan restoran yang selama ini dipenuhi dari luar Jawa.
Kegiatan ini didahului dari pemaparan dari Head of Analyst PT Panin Sekuritas , Tbk Nico Laurens yang akan kajian-kanijan ekonomi global, nasional yang sifatnya makro yang dibutuhkan oleh pelaku Industri. Panin sekuritas sendiri menjadi partner dalam acara ini, dan Makassar merupakan salah satu kota yang menjadi basis investor mereka.
Acara yang dimoderatori oleh A.M.Nur Bau Massepe, Akademisi dari FEB Universitas Hasananuddin ini berlangsung meriah. IMA (Indonesia Marketing Association) sendiri merupakan asosiasi yang tersebar di seluruh Indonesia, di Sulawesi Selatan hadir sejak tahun 1998, dan ditahun 2014 dipecah kedalam tiga chapter yaitu Makassar, Maros dan Gowa. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/imans_20171219_231133.jpg)