Jadi Pembicara di Singapura, Danny Paparkan Sombere' and Smary City
Menurut Danny, ada setidaknya 12 program andalannya untuk menuju Makassar sebagai kota sombere' and smart city.
Penulis: Fahrizal Syam | Editor: Anita Kusuma Wardana
Laporan Wartawan Tribun Timur, Fahrizal Syam
TRIBUN-TIMUR.COM, SINGAPURA - Wali Kota Makassar Moh Ramdhan "Danny" Pomanto didaulat menjadi salah satu pembicara pada kegiatan RI-SING 50 Dialogue Forum, di Orchard Hotel, Singapura, Jumat (8/12/2017).
RI-SING 50 Dialogue Forum merupakan salah satu rangkaian acara untuk memperingati 50 tahun hubungan bilateral Indonesia dan Singapura.
Dialog ini membahas tiga isu penting yang relevan dengan kepentingan Indonesia dan Singapura yakni liveable and smart cities, creative economy, dan people to people contacts in a people-centered ASEAN.
Danny yang merupakan satu-satunya narasumber kepala daerah dari Indonesia kembali memaparkan program andalanya selama kurang lebih tiga tahun memimpin Kota Makassar, yakni Sombere' and Smary City.
Konsep smart and sombere city, kata Danny menjadi kunci kesuksesannya membangun Kota Makassar yang dimulai dari gang, atau yang di Makassar disebut lorong.
"Sombere dan Smart City Makassar adalah kesuksesan Kota Makassar mengikuti teknologi namun tetap diimbangi oleh lokal karakter kuat masyarakat Makassar yang ramah terhadap siapapun," kata Danny.
Menurut Danny, ada setidaknya 12 program andalannya untuk menuju Makassar sebagai kota sombere' and smart city.
"Beberapa program andalan kami antara lain sentuh hati, smart card, Makassar Home Care yang meliputi Dottoro'ta. Kami melayani 24 jam, jika masyarakat ada yang mengeluh masalah kesehatan, tinggal memanggil 112, dan kami akan datang dengan berbagai alat lengkap EKG, USG, dan lain-lain," ucapnya.
Tak hanya itu, Danny juga menjelaskan tentang war room Pemkot Makassar, serta data real time kondisi masyarakat yang ia klaim satu-satunya di Indonesia.
"Di Makassar kami memiliki war room. Makassar juga memiliki data rela time tentang kondisi masyarakat, dan mungkin Makassar satu-satunya kota di Indonesia yang punya data real time seperti itu," ucapnya.
Ia juga menyampaikan terkait isu strategis yang terus ingin dicapai di Kota Anging Mamimiri, seperti masalah property, traffic, health care, water suply, mitigation, dan green area.
"Kita mempunyai target di Kota Makassar, bagaimana membuat informasi yang transparan, dan itu yang terpenting dalam visi saya. Bagaimana membuat data realtime, bagaimana menghubungkan segala sumber daya yang ada, bagaimana Makassar mengadopsi tren global, dan juga sistem keamanan," pungkasnya.
Bukan kali ini saja Danny menjelaskan konsep sombere' and smart city Makassar. Ia telah beberapa kali diundang ke Singapura untuk berbicara terkait smart city. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/danny-pomanto_20171208_185834.jpg)