Buruknya Pelayanan Puskesmas Malili Luwu Timur, Konsultasi Dengan Dokter Lewat Telepon
Terpaksa, pasien menunggu lama untuk dirujuk di RSUD I Lagaligo Jl Sam Ratulangi, Desa Bawalipu, Wotu.
Penulis: Ivan Ismar | Editor: Imam Wahyudi
Laporan Wartawan TribunLutim.com, Ivan Ismar
TRIBUNLUTIM.COM, MALILI - Pasien mengeluhkan pelayanan Puskesmas Malili, Luwu Timur, Sulawesi Selatan (Sulsel), Rabu (29/11/2017) petang.
Tak satupun dokter yang jaga di puskesmas beralamat Jl Sam Ratulangi, Desa Puncak Indah, Kecamatan Malili itu.
Sementara ada pasien kanker payudara sudah pendarahan dan harus segera ditangani.
Terpaksa, pasien menunggu lama untuk dirujuk di RSUD I Lagaligo Jl Sam Ratulangi, Desa Bawalipu, Wotu.
Pasien hanya dilayani oleh perawat yang kebetulan piket.
Perawat pun hanya konsultasi lewat telepon dengan dokter.
Informasi dihimpun, pasien tersebut menunggu berkas rujukannya untuk ditanda tangani dokter yang tidak berada di puskesmas.
Jarak RSUD I Lagaligo Wotu dengan Puskesmas Malili sekitar 50 kilometer dengan waktu tempuh sekitar 45 menit.
Lucunya, perawat terpaksa konsultasi lewat sambungan telepon dengan dokter perihal kondisi pasien.
"Mammae (payudara) aktif pendarahannya dok," kata perawat saat menelpon dokter tersebut.
Lain cerita, seorang pasien gejala kencing batu juga mengalami pelayanan tidak maksimal di puskesmas ini.
Adapun resep obat yang diberikan kepada pasien tersebut hanya lewat telepon.
"Istri saya dikasih asam afenamat, terus disuruh istirahat untuk tunggu reaksi obat," keluh suami pasien, Erwin kepada TribunLutim.com.
"Lah ini apa maksudnya, karena pelayanan seperti itu saya bawa istri saya ke dokter praktek," imbuhnya.