VIDEO: Begini Cara Penyerbukan Bunga Kakao di Pusat Penelitian Kakao Lutim
Mars Symbioscience Indonesia komitmen membangkitkan hasil perkebunan Sulsel khususnya Kakao.
Penulis: Saldy Irawan | Editor: Ardy Muchlis
Laporan wartawan Tribun-Timur, Saldy
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Mars Symbioscience Indonesia komitmen membangkitkan hasil perkebunan Sulsel khususnya Kakao.
Hal itu dengan hadirnya pusat penelitian kakao di Desa Tarengge, Luwu Timur, Sulsel.
Di pusat penelitian itu tidak sekedar menghadirkan metode cara budi daya Kakao, tapi juga dilakukan riset untuk pembuatan pupuk, dan cara mengawinkan buah kakao jantan dan betina.
Nirwana, koordinator pemeliharaan kakao di kawasan pusat penelitian kakao menyebutkan untuk membedakan bunga jantan dan betina itu bisa di lihat dari serbuk sari atau bunga yang tumbuh pada batang.
Untuk bunga jantan, bunga yang tumbuh berbentuk stigma atau kepala putik ini berasal dari serbuk sari dengan bentuk mahkota, sedangkan untuk betina itu tumbuh tidak melalui serbuk sari tetapi tumbuh langsung di batang dan ranting pohon.
Nirwana mengatakan bunga jantan ini bisa menghasilkan buah kakao yang banyak, setelah berhasil di kawinkan oleh para riset.
Bahkan katanya dalam satu pohon yang idealnya hanya dibuahi 20 buah, justeru bisa berbuah hingga 150 per pohon.
Pastinya ini sangat memuaskan para petani yang bergelut dibidang perkebunan Kakao.
Di pusat penelitian Kakao di Tarengge para karyawan di target mengawinkan bunga kakao dengan jumlah yang besar.
Untuk satu karyawan itu ditargetkan mengawinkan minimal 150 buah per orang setiap harinya.
"Jadi kami ini ada 8 orang yang bertugas mengawinkan bunga sebelum buah itu beranak banyak. Jadi satu orang itu minimal 150 bunga," katanya.