Elpiji 3 Kg Langka, Kadis ESDM Sulsel Isyaratkan Pakai Ini
Stok yang dilaporkan untuk Sulsel tidak ada perubahan dari stok gas pada tahun sebelumnya.
Penulis: Saldy Irawan | Editor: Suryana Anas
Laporan wartawan Tribun-Timur, Saldy
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Sulsel masih dilanda krisis gas elpiji 3 kg. Hal ini tentunya sangat merugikan masyarakat.
Terkait dengan permasalahan ini, Kepala Dinas Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Sulsel Gunawan Palaguna untuk memperketat pengawasan di lapangan.
Pasalnya, stok yang dilaporkan untuk Sulsel tidak ada perubahan dari stok gas pada tahun sebelumnya.
"Tidak ada yang di kurangi stoknya, samaji seperti tahun sebelumnya. Dengan kondisi begini pasti ada oknum yang coba memanfaatkan issu tentang kelangkaan gas bersubsidi itu," ujar Gunawan, Senin (20/11) via telepon.
Menurutnya, jika stok di masyarakat berkurang, diindikasi terjadi kecurangan pada penyaluran gas leqat pangkalan gas 3 kg.
Bahkan lagi katanya, beberapa industri pertanian saat ini sudah beralih ke gas sebagai bahan bakarnya dan meninggalkan bahan kayu sebagai sumber pengapiannya.
Untuj fenomena ini, pemerintah kata Gunawan hanya bisa memediasi Pertamina, sedangkan untuk sanksi itu akan di laksanakan di perusahaan itu sendiri.
"Jadi walaupun kita pemerintah, tidak ada hak untuk memberikan sanksinkepada mereka. Ini sudah ada dalam aturan" katanya.
Karena minimnya gas 3 kg, Gunawan memberikan solusi kepada masyarakat untuk memakai gas yang tersedia saat ini.
Gas yang dimaksud itu gas yang berisi 5 kg dan 12 kg, dengan tabung berwarna nerah muda (pink).
"Kalau pakai itu Insya Allah aman, kan adaji stoknya," katanya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/ant2f_20171113_212732.jpg)