Air PDAM Tak Mengalir Lancar, Warga Haji Banca I Maros Mandi Pakai Air Galon
Jika subuh siang air sudah berhenti mengalir. Air tersebut digunakan untuk mandi dan memasak.
Penulis: Ansar | Editor: Anita Kusuma Wardana
Laporan Wartawan Tribun Timur, Ansar Lempe
TRIBUN TIMUR.COM, MAROS - Pasca pemadaman listrik oleh PLN, warga Perumahan Haji Banca I Kelurahan Bontoa, Mandai terpaksa membeli air dengan harga Rp 5.000 per galon.
Seorang warga, Nadira mengatakan, Senin (13/11/2017) setiap kali mendatangi penjual, dia membeli dua galon air. Hal ini dilakukan warga, karena pasokan air dari PDAM Maros tidak maksimal.
Hal ini terpaksa dilakukannya untuk mencukupi kebutuhan air. Jika subuh siang air sudah berhenti mengalir. Air tersebut digunakan untuk mandi dan memasak.
"Kalau sudah subuh, air sudah berhenti mengalir. Nanti kalau tengah malam, sudah ada yang keluar dari kerang, tapi tidak deras. Inilah yang mebuat kami begadang," katanya.
Dia meminta kepada PDAM untuk segera menyelesaikan permasalahan tersebut. Jika hal itu terus terjadi, warga akan rugi akibat pelayanan PDAM.
"Saat kita menunggak, langsung diancam cabut instalasinya. Kalau air tidak mengalir, PDAM tidak ada upayanya. Pembayaran dan pelayan tidak sebanding," katanya.
Sementara direktur PDAM Maros, Abdul Baddar tidak merespon pertanyaan saat dihubungi melalui ponsel. Pesan WhatssApp yang dikirim, hanya dibaca saja.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/air-pdam-mati-1_20171025_164755.jpg)