Sisa Dua Bulan, Realisasi PAD Enrekang Baru 75 Persen, Ini Masalahnya
Realisasi PAD hingga Oktober 2017 ini baru mencapai 75 persen atau sekitar Rp 76,8 miliar.
Penulis: Muh. Asiz Albar | Editor: Mahyuddin
Laporan Wartawan TribunEnrekang.com Muh Azis Albar
TRIBUNENREKANG.COM, ENREKANG - Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Enrekang ditargetkan mampu memperoleh Pendapatan Aset Daerah (PAD) senilai Rp 102 miliar.
Namun, realisasinya hingga Oktober 2017 ini baru mencapai 75 persen atau sekitar Rp 76,8 miliar.
Pemasukan tertinggi dari sektor kategori PAD lain-lain seperti jasa giro, deposito, denda dari keterlambatan pekerjaan dengan jumlah Rp 44 miliar atau lebih dari 50 persen pemasukan yang ada saat ini.
Menurut Kepala Bapenda Enrekang Haleng Lajju, harusnya realisasi PAD saat ini sudah mencapai 80 persen dari target.
Baca: Enrekang Produksi 2 Juta Liter Susu Sapi Tiap Tahun Hanya untuk Ini
Tapi ada beberapa kendala, seperti hasil PAD dari beberapa sektor lambat disetorkan ke Bapenda.
Selain itu pembayaran pengerjaan seperti pajak dari proyek biasanya lambat dibayarkan karena pencairan dana juga lambat.
Meski begitu pihaknya, tetap optimis bisa mencapai atau bahkan melebihi target PAD dalam dua bulan terkahir ini.
Salah satu langkah yang dilakukan adalah lakukan rapat dengan dinas-dinas pengelolah PAD untuk meggenjot penghasilannya.
Baca: Triwulan Ketiga, Baru Segini Serapan Anggaran Pemkab Enrekang
"Kita optimis capai target, kalau memang ada yang kurang pemasukannya kita akan genjot dan beri masukan agar memaksimal pendapatan PAD," kata Haleng kepada TribunEnrekang.com, Minggu (5/11/2017).
Selain itu, pihaknya juga akan terus melakukan pemantauan langsung ke lapangan terkait objek PAD agar bisa lebih maksimal hasilnya.
Termasuk dari sektor penerimaan PAD lain-lain yang diharapkan bisa mencapai target pemasukan Rp 61 miliar.
"Kita harap kerjasama dari beberapa dinas, karena sebenarnya PAD bukan hanya tanggung jawab dari Bapenda saja tapi juga dinas pengelolah PAD lainnya," ujarnya.(*)