Sekda Bantaeng Buka Simposium Introduction of Minimally Invasive
Kegiatan ini berlangsung selama dua hari dan sehari sebelumnya telah digelar Workshop di RSUD Anwar Makkatutu Bantaeng
Penulis: Edi Hermawan | Editor: Imam Wahyudi
Laporan Wartawan TribunBantaeng.com, Edi Hermawan
TRIBUNBANTAENG.COM, BANTAENG - Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bantaeng, Abdul Wahab membuka Simposium Introduction of Minimally Invasive di Baruga Karaeng Latippa Pantai Marina Bantaeng, Jumat (3/11/2017).
Symposium Introduction of Minimally Invasive Surgery berlangsung atas kerjasama PERHERI Persatuan Bedah Endo Iaparaskopi (PBEL) dan IKABDI dengan Pemkab Bantaeng.
Kegiatan ini berlangsung selama dua hari dan sehari sebelumnya telah digelar Workshop di RSUD Anwar Makkatutu Bantaeng dan dihadiri oleh 43 dokter spesialis bedah dari berbagai daerah di Indonesia.
"Perhimpunan kami menggelar simposium ini dengan tujuan untuk mengembangkan satu keilmuan pembedahan yakni cara Minimally Invasive atau bagaimana melakukan operasi dengan tindakan seminimal mungkin," kata dr Barlian Sutedja yang merupakan Ketua PERHERI dalam rilis ke TribunBantaeng.com.
Menurutnya dengan minimally invasive, maka rasa sakit akan lebih minim, serta dapat mempercepat kesembuhan sehingga pasien bisa kembali beraktifitas lebih cepat.
Sementara Sekda Bantaeng, Abdul Wahab sebelum membuka simposium secara resmi, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan salah satu wadah untuk lebih memajukan Bantaeng khususnya dari segi kesehatan.
"Bantaeng memiliki rumah sakit delapan lantai bertaraf internasional. Ini tentu harus diseimbangkan dengan peningkatan SDM kita," ujarnya.
Kegiatan ini turut dihadiri oleh Kadis Kesehatan, dr Andi Ihsan, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit dr Armansyah, serta para dokter spesialis bedah dari seluruh daerah di Indonesia.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/sekda_20171103_225902.jpg)