Tingkatkan Kualitas, Kemenag Sulsel Latih 120 Guru Agama

Pemerintah atas persetujuan DPR RI melalui Dirjen Pendis Kemenag RI menggelontorkan dana sebanyak Rp 96 milyar lebih di Sulsel.

Tingkatkan Kualitas, Kemenag Sulsel Latih 120 Guru Agama
HANDOVER
Sebanyak 120 guru pendidikan agama Islam (PAIS) tingkat SD, SMP dan SMA/SMK se Kota Makassar mendapatkan pelatihan di Hotel Grand Celino, Selasa (24/10/2017). 

Laporan wartawan Tribun Timur Hasan Basri

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR- Sebanyak 120 guru pendidikan agama Islam (PAIS) tingkat SD, SMP dan SMA/SMK se Kota Makassar mendapatkan pelatihan di Hotel Grand Celino, Selasa (24/10/2017).

Menurut Kepala Bidang PAIS Kanwil Kemenag Sulsel, Muhammad Rasbi bahwa mereka sengaja mendatangkan120 orang Guru Pendidikan Agama Islam untuk mengikuti kegiatan pengembangan keprofesian berkelanjutan (PKB).

Serta, pembelajaran dan penilaian kurikulum PAI (Kurikulum 2013) angkatan ke III se Sulawesi Selatan Tahun 2017.

"Tujuan kegiatan ini untuk meningkatkan kemampuan kompetensi pedagogik kepada guru PAI pada program pengembangan keprofesian berkelanjutan (PKB)," kata Rasbi dalam rilisnya.

"Serta untuk menambah pengetahuan dan kemampuan Guru PAI tentang pembelajaran dan penilaian Kurikulum 2013 (K13)," lanjutnya.

Sementara itu Kakanwil Kemenag Sulsel Abd. Wahid Thahir menyampaikan kepada seluruh Guru PAI di Sulsel agar tidak berhenti belajar, khususnya di bidang pendidikan.

Ilmu pengetahuan diakui saat ini bergerak sangat cepat dan dinamis terlebih di era tekhnologi informasi yang kian canggih. "

Guru PAI harus berusaha berlari cepat seiring dengan perkembangan tersebut, jangan sampai ditinggalkan jauh, ujarnya.

Guru Agama juga diharapkan agar dalam memberikan pembelajaran khususnya kepada anak didiknya, senantiasa mengutamakan dan mengedepankan nilai nilai Islam, serta nilai nilai kebangsaan dan pluralitas yang dianut di negara kita tercinta.

"Peran Guru PAI sangat strategis dan penting dalam membentuk dan membangun generasi masa depan bangsa kita yang demokratis dan berdasarkan Pancasila menuju kokohnya NKRI, "tambahnya.

Dia meminta para guru untuk menghindari model pembelajaran yang isinya justru memprovokasi anak didiknya dengan faham faham keagamaan yang eksklusif. Terutama yang mengarah kepada radikalisme atas nama agama, yang ujung ujungnya bisa mengancam keutuhan bangsa.

Pemerintah atas persetujuan DPR RI melalui Dirjen Pendis Kemenag RI menggelontorkan dana sebanyak Rp 96 milyar lebih di Sulsel.

Dana itu diperuntukan untuk membayar Inpassing tertunda dari TPG bagi guru guru agama di bawah naungan dan koordinasi Kemenag Sulsel.

"Olehnya itu hal ini harus kita syukuri tentunya dengan memperlihatkan kinerja kita yang semakin profesional dan lebih baik lagi,"papar Wahid Tahir.

Penulis: Hasan Basri
Editor: Anita Kusuma Wardana
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved