Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Benarkah Daging Kuda Penyebab Hipertensi? Ini Penjelasan Dirut RSUD Lanto Dg Pasewang Jeneponto

Bumbu gantala yang hanya berupa garam dan vetsin sangat berpotensi memicu naiknya tekanan darah seseorang.

Penulis: Muslimin Emba | Editor: Hasriyani Latif
muslimin emba/tribunjeneponto.com
Direktur RSUD Lanto Dg Pasewang, dr Iswan Sanabi yang ditemui TribunJeneponto.com di kantornya, Jl Ishak Iskandar, Kecamatan Binamu, Selasa (24/10/2017) 

Laporan Wartawan TribunJeneponto.com, Muslimin Emba

TRIBUNJENEPONTO.COM, BINAMU - Bagi masyarakat Jeneponto, Sulawesi Selatan (Sulsel), keberadaan hewan kuda begitu lekat dengan kehidupan atau keseharian mereka.

Tidak hanya sebagai moda transportasi atau pengangkut hasil-hasil pertanian, kuda juga merupakan bahan dasar pembuatan sejumlah menu makanan tradisional bagi masyarakat daerah berjuluk Bumi Turatea Itu.

Makanan tradisional ala masyarakat Jeneponto itu meliputi gantala jarang (kuda), coto kuda, konro kuda, dan beberapa olahan lainnya.

Baca: Tekanan Darah Naik? Lakukan Ini Agar Tidak Jadi Hipertensi

Ketiga jenis makanan tradisional yang berbahan dasar daging kuda itu biasanya disajikan saat warga yang bermukim di sebelah selatan pulau Sulawesi ini menggelar suatu acara atau hajatan.

Misalnya saja pesta pernikahan, dipastikan ada menu gantala dengan kuahnya yang khas dan menggugah selera. Meski menggugah selera, beberapa orang piker-pikir dulu untuk menyantapnya. Alasannya takut terserang hipertensi atau tekanan darah tinggi.

Lantas benarkah daging kuda dapat memicu terjadinya hipertensi pada tubuh Anda? Direktur RSUD Lanto Dg Pasewang, dr Iswan Sanabi yang ditemui TribunJeneponto.com di kantornya, Jl Ishak Iskandar, Kecamatan Binamu, Kabupaten Jeneponto, Selasa (24/10/2017) siang, punya pandangan tersendiri terhadap daging kuda.

Menurutnya, daging kuda atau kambing tidak memiliki peran yang berarti untuk menaikkan tekanan darah pada tubuh manusia.

Baca: Cegah Hipertensi, Kurangi Marah-Marah

"Itu daging kuda sama dengan kambing kan daging merah. Sebenarnya bukan dagingnya yang memicu terjadinya hipertensi, tapi bumbunya yang berlebihan sehingga dapat memicu tingginya tekanan darah," tutur dr Iswan.

Menurutnya, bumbu gantala yang hanya berupa garam dan vetsin sangat berpotensi memicu naiknya tekanan darah seseorang.

"Kan dalam garam itu ada kandungan natriumnya, jadi itu yang memicu terbukanya pembuluh darah ke jantung dan masyarakat Jeneponto juga merasa kurang nikmat kalau kurang garamnya," jelasnya.

Ia pun mengimbau agar warga yang hendak mengonsumsi makanan berbahan dasar daging untuk mengukur takaran bumbunya.

"Jadi intinya itu bumbunya yang ditakar dengan baik, rutin olahraga dan atur pola makan, seperti anjuran Rasul yaitu makan sebelum lapar dan berhenti sebelum kenyang," katanya.(*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved