Gemilang 348 Tahun Sulsel
Lestarikan Budaya Bugis-Makassar di HUT Sulsel, Pemprov Gelar Lomba Menyanyi
Ketua Pantia Hasan Sijaya mengatakan lomba menyanyi ini akan berlangsung hingga 18 Oktober mendatang.
Penulis: Saldy Irawan | Editor: Suryana Anas
Laporan wartawan Tribun Timur, Saldy
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Dalam rangka HUT Sulsel ke 348, seumlah kegiatan dilaksanakan oleh Pemprov Sulsel.
Tidak hanya jajaran pemerintahan, sejumlah masyarakat juga turut dilibatkan dalam semarak Sulsel di hari jadinya ini.
Salah satu kegiatan yang diadakan itu yakni Lomba Menyanyi Lagu Daerah khas bugis - makassar, Senin (16/10).
Ketua Pantia Hasan Sijaya mengatakan lomba menyanyi ini akan berlangsung hingga 18 Oktober mendatang.
Hasan mengatakan pihaknya sengaja mengadakan lomba menyanyi dengan lagu bahasa daerah, untuk melestarikan budaya lokal bugis - makassar.
"Alhamdulilah seluruh peserta sangat antusias mengikuti lomba ini, rupanya peserta kita ini suaranya sangat bagus," katanya.
Hasan menyebutkan peserta lomba menyanyi ini dari kalangan umum, pegawai Pemprov Sulsel, dan karyawan BUMN.
Sementara itu Gubernur Sulawesi Selatan H Syahrul YL mengatakan, festival lagu daerah ini untuk mempertahankan kearifan lokal Sulsel.
Menurut Syahrul, lagu daerah ini indah didengar, dan mengandung banyak makna tentang kehidupan seseorang .
Salah satu lagu yang di contohkan yakni lagu Tena ruanna (tiada duanya) yang dipopulerkan almarhum Anci Laricci sangat menjunjung tinggi kearifan lokal Siri’ na Pacce.
Makna dari lagu tersebut adalah setiap orang tidak boleh menyakiti sesamanya. Lagu ini, kata Syahrul YL, mengajarkan kepada setiap manusia untuk menjaga harga diri sesama manusia. (*)