Ini Masalah yang Dihadapi Petani di Desa Lassa-lassa Botlem Gowa

Dia mencontohkan, dalam satu lahan biasanya petani menanam lebih dari 12 jenis tanaman perkebunan.

HANDOVER
38 penyuluh yang mengikuti Diklat Dasar Fungsional Penyuluh Pertanian Terampil (Kerjasama) di Balai Besar Penyuluh Pertanian (BBPP) Batangkaluku melakukan praktek kompetensi selama empat hari di desa Lassa-lassa Kecamatan Bontolempangan. 

Laporan Wartawan Tribun Timur Wa Ode Nurmin

TRIBUN-TIMUR.COM, SUNGGUMINASA- Meski memiliki potensi tanaman perkebunan yang menjanjikan, namun para petani di Desa Lassa-lassa Kecamatan Bontolempangan, Gowa tidak bisa menikmati hasilnya.

Hal ini terungkap saat 38 penyuluh yang mengikuti Diklat Dasar Fungsional Penyuluh Pertanian Terampil (Kerjasama) di Balai Besar Penyuluh Pertanian (BBPP) Batangkaluku melakukan praktek kompetensi selama empat hari di desa tersebut.

Salah satu kelompok tani Tombolo Dusun Lassa-lassa, Desa Lassa-lassa, Salahuddin, mengatakan jika tanaman perkebunan di daerahnya sangat cocok jika ditanami kopi.

"Disini memang yang paling cocok itu kopi. Tapi karena petani disini masih sangat awam tentang cara bertanam, jadinya banyak tanaman yang tidak bisa menghasilkan dengan baik," katanya Jumat (13/10/2017).

Dia mencontohkan, dalam satu lahan biasanya petani menanam lebih dari 12 jenis tanaman perkebunan.

Akibatnya tanaman satu dengan tanaman lain saling tumpang tindih.

"Kan mempengaruhi itu tanaman yang tumbuhnya rendah dan tinggi. Biasanya yang kecil tidak cocok jika disampingkan dengan pohon besar. Dan disini petani nya semua begitu. Menanam sembarangan, tidak teratur. Makanya kami sangat bersemangat dan mau belajar cara menanam yang benar," katanya lagi.

Seorang perwakilan penyuluh, Rahman Sutrisno HK menjelaskan dari hasil identifikasi potensi wilayah, ada beberapa kendala yang dihadapi petani.

"Salah satunya pola tanam yang tumpang sari atau tumpang tindih. Berbagai jenis tanaman kehutanan ditanam berdampingan dengan perkebunan. Ada pola tanam mono cultur yang kita ajarkan yaitu satu tanaman di satu lahan. Jadi ada tanaman yang jadi skala prioritas," ujarnya.

Halaman
12
Penulis: Waode Nurmin
Editor: Anita Kusuma Wardana
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved