Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Warga Jl Biola Perumnas Manggala Nobar G30 S/PKI

Tujuannya bukan untuk mendiskreditkan siapa yang salah, tapi memberi gambaran jangan sampai peristiwa yang pahit dan hitam itu terjadi lagi

Penulis: Saldy Irawan | Editor: Ridwan Putra
Warga Jl Biola Perumnas Manggala Nobar G30 S/PKI - warga-jl-biola-manggala_20171001_210734.jpg
Warga Jl Biola 28 dan sekitarnya menggelar nobar penumpasan gerakan 30S PKI di pos ronda Jl Biola 28 Perumnas Manggala Makassar, Minggu (1/10/2017) malam
Warga Jl Biola Perumnas Manggala Nobar G30 S/PKI - warga-jl-biola-28-manggala-makassar_20171001_212255.jpg
nobar di jl biola 28 perumnas manggala makassar

MAKASSAR, TRIBUN - Warga di lingkungan Jl Biola 28 dan sekitarnya menggelar nonton bareng (nobar) Film G 30 S/PKI di pos ronda warga setempat, Minggu (1/10/2017).

Tokoh warga setempat, Sattu Ali Dg Limpo, mengatakan acara itu digelar sebagai ajang silaturrahmi saja dengan warga sekitar sekaligus turut mendukung pemerintah dalam menanamkan rasa nasionalisme bangsa kepada warga khususnya di kalangan generasi muda.

Sambil menonton film, warga juga bersama-sama menikmati suguhan cemilan dan kopi. Sebelumnya, Ketua RT IV setempat, Hakim Habe, juga menggelar ajang silaturrahmi di kediamannya yang dihadiri warga RT setempat, Sabtu (30/9/2017).

"Acara nobar film gestapu ini sekaligus dirangkai dengan tahap sosialisasi pembentukan Manggala 10 Community," kata Dg Limpo.

Baca: FOTO: Wujudkan Lorong Garden, Warga Jalan Biola 35 Manggala Gelar Kerja Bakti

Film ini mengisahkan tentang penumpasan gerakan pengkhianatan G 30 S PKI yang diluncurkan pertama kali tahun tahun 1984. Film ini disutradarai dan ditulis oleh Arifin C Noer, diproduseri oleh G Dwipayana serta disponsori oleh pemerintahan Orde Baru Soeharto kala itu.

Film ini dibuat berdasarkan versi resmi pemerintah kala itu dari peristiwa "Gerakan 30 September" atau "G30S" (peristiwa percobaan kudeta pada tahun 1965) yang ditulis oleh Nugroho Notosusanto dan Ismail Saleh yang menggambarkan peristiwa kudeta itu didalangi oleh Partai Komunis Indonesia atau PKI. Dalam kala kekacauan ekonomi, enam jenderal diculik dan dibunuh oleh PKI dan TNI Angkatan Udara.

Film ini adalah film dalam negeri pertama yang dirilis secara komersial dan menampilkan peristiwa di tahun 1965 tersebut. Film ini dinominasikan untuk tujuh penghargaan di Festival Film Indonesia 1984.

Baca: Warga Jl Biola Gotong Royong Angkat Pos Kamling

Sebelumnya, Panglima TNI, Jenderal Gatot Nurmantyo, mengaku senang dengan pemutaran kembali film G30S/PKI yang disambut antusias oleh masyarakat. Bahkan nobar film tersebut digelar sejumlah ormas, parpol, dan warga.

Menurutnya, pemutaran film tersebut akan bermanfaat bagi generasi muda untuk mengenal sejarah. "Tujuannya bukan untuk mendiskreditkan siapa yang salah, tapi memberi gambaran jangan sampai peristiwa yang pahit dan hitam itu terjadi lagi," ujar Gatot usai melakukan ziarah di makam Bung Karno di Blitar, Jawa Timur, sebagaimana dikutip dalam siaran pers, Senin (18/9/2017).(*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved