Begini Tradisi Warga Bua Peringati 1 Muharram
Pawai napak tilas jejak Islam ini sudah menjadi tradisi warga di Kecamatan Bua.
Penulis: Desy Arsyad | Editor: Hasriyani Latif
Laporan Wartawan TribunLuwu.com, Desy Arsyad
TRIBUNLUWU.COM, BELOPA - Menyambut Tahun Baru Hijriah, Kecamatan Bua menggelar pawai mengikuti jejak Islam pertama masuk di Kabupaten Luwu melalui pendaratan Datok Sulaiman di Lapandoso, Desa Pabarassang, Kecamatan Bua, Luwu, Sulawesi Selatan (Sulsel).
Camat Bua, Tandiraja, Rabu (20/9/2017) mengatakan pawai bakal digelar besok atau Kamis (21/9/2017) mulai pukul 07.00 Wita. Pawai napak tilas jejak Islam ini sudah menjadi tradisi warga di Kecamatan Bua.
"Pawai mulai di Lapandoso menuju masjid Jami Bua, Desa Tanarigella,dan dilanjutkan tablig akbar dengan mengenakan busana muslim warna putih," ujar Camat Bua, Tandiraja, Rabu (20/9/2017).
Jalur yang akan dilalui peserta pawai dari Lapandoso hingga Masjid Jami Bua, berjarak sekitar lima kilometer.
Menurut Maddika (Raja) Bua, Andi Syaifuddin Kaddiraja, Masjid Jami Bua ini merupakan masjid tertua di Luwu yang dibangun pada abad ke-15 sekitar tahun 1602 bersamaan dengan masuknya VOC di Indonesia.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/tempat-pendaratan-datok-sulaiman_20170920_150435.jpg)