Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Didemo Petani Towuti, Begini Tanggapan PT Vale Indonesia

Sebagaimana diketahui, area Ferrari merupakan bagian dari konsesi Kontrak Karya PT Vale yang diakui secara sah oleh Pemerintah RI

Penulis: Ivan Ismar | Editor: Imam Wahyudi

TRIBUNLUTIM.COM, TOWUTI - Forum Masyarakat Tani (FMT) menggelar aksi demonstrasi di Pertigaan Enggano, Desa Asuli Kuari, Kecamatan Towuti, Luwu Timur, Sulsel, Senin (18/9/2017).

Menanggapi aksi tersebut, PT Vale Indonesia melalui Senior Manager Communications, Bayu Aji dalam rilisnya kepada TribunLutim.com mengatakan FMT melibatkan sekitar 40 petani dari Kuari dan Palumba memprotes kegiatan mobilisasi alat penambangan PT Vale di area Ferrari.

Tahun ini, kegiatan penambangan PT Vale akan mulai dilakukan di area Ferrari.

Dikatakan, sosialisasi tentang rencana penambangan PT Vale di area Ferrari telah disampaikan kepada masyarakat sebelum perusahaan melaksanakan rencana penambangan khususnya warga yang melakukan kegiatan penanaman merica di atas area tersebut.

Sebagaimana diketahui, area Ferrari merupakan bagian dari konsesi Kontrak Karya PT Vale yang diakui secara sah oleh Pemerintah RI melalui UU No. 4 Tahun 2009.

Dalam sosialisasi dan diskusi yang sebelumnya sudah dilakukan, disampaikan perusahaan memerlukan area tersebut untuk ditambang sesuai rencana penambangan demi melanjutkan operasional perusahaan.

"Dan sesuai perencanaan tambang, aktivitas penambangan di area Ferrari hendak dimulai saat ini," ucapnya.

Rencana penambangan tersebut telah mendapat persetujuan dari Departemen ESDM PT Vale Indonesia dan mengimbau agar kelompok tani dari Kuari dan Palumba menghormati konsesi kontrak karya PT Vale berikut operasional PT Vale.

Saat ini, PT Vale tetap melanjutkan mobilisasi alat-alat penambangan ke area Ferrari sesuai rencana.

"Kami akan memberikan informasi selanjutnya mengenai penanganan permasalahan ini segera setelah ada perkembangan terbaru," imbuhnya.

Sebelumnya, Demo didasari kekesalan ratusan petani yang kerap mendapatkan teror dari pihak PT Vale Indonesia.

Perusahaan nikel itu juga diduga menyerobot lahan pertanian petani dan akan melaksanakan aktivitas pertambangan.

Jenderal Lapangan, Hamrullah mengatakan aksi menindaklanjuti pertemuan dengan petani Kecamatan Towuti dan Wasuponda pekan lalu.

"PT Vale telah melakukan mobilisasi peralatan dan perlengkapan tambang memasuki lahan masyarakat," katanya kepada wartawan.

Dikatakan, PT Vale Indonesia tidak pernah melakukan komunikasi dan dialog saat memasuki lahan pertanian masyarakat.

"Malah melakukan teror-teror kepada petani yang membuat resah dan takut. FMT dengan tegas menolak tindakan-tindakan tersebut," tegasnya dalam surat edaran aksi.

Menurutnya, pemkab dan masyarakat tiga pilar telah sepakat dengan 14 kesepakatan. Satu di antaranya adalah PT Vale tidak akan mengganggu lahan pertanian masyarakat.

Rencananya, demonstrasi akan dilakukan empat hari ke depan atau sampai 22 September. Hingga saat ini, belum ada tanggapan dari pihak PT Vale Indonesia.

Sumber: Tribun Timur
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved