Lebih Berharga dari Emas, Jangkrik di Kota Ini Dihargai Rp 598 Juta per Ekor
Menghabiskan waktu berjam-jam di malam hari untuk berburu jangkrik merupakan 80 persen kegiatan di Sidian setiap tahunnya.
Penulis: Mahyuddin | Editor: Mahyuddin
Setiap rumah tangga di Sidian terlibat dalam bisnis jangkrik atau lainnya.
Sidian pun menjadi tuan rumah dalam pasaran jangkrik terbesar di China bagian utara.
Keluarga pemburu jangkrik yang lebih terampil bisa berpenghasilan hingga 100.000 yuan atau Rp198 juta pada bulan Agustus saja.
Tahun 2017 ini, seorang petani dari Desa Caojia, Sidian dilaporkan menjual seekor jangkrik seharga 15.000 yuan atau Rp29,9 juta.
Yang lebih spektakuler lagi, ada gosip terjualnya seekor jangkrik seharga 50.000 yuan atau Rp99,5 juta.
Namun sebuah artikel tahun 2014 di Chinahush, rekor harga jangkrik termahal di Sidian adalah 300.000 yuan atau Rp598 juta.
Baca: VIDEO: Nenek Kreatif di Sinjai, dari Jangkrik Dapat Rp 100 Ribu Sehari
Pada masa lalu, jangkrik-jangkrik di Sidian menjadi jangkrik favorit di kalangan kaisar dan bangsawan di China.
Itulah masa-masa keemasan adu jangkrik di negeri tirai bambu itu.
Namun, selama Revolusi Budaya kegiatan adu jangkrik dilarang. Penghasilan warga Sidian pun ikut berkurang akibat larangan tersebut.
Kini kegiatan adu jangkrik berkembang lagi.
Bahkan warga yang sudah bekerja di kota besar pun akan kembali setiap tahun untuk perburuan dan perdagangan jangkrik.
Mereka menyadari bahwa kegiatan itu bisa menghasilkan keuntungan yang besar. (Intisari-Online/Khena Saptawaty)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/jangkrik_20170912_143930.jpg)