4 Pria Bugis Makassar yang Pilih Nikahi Bule di Tengah ‘Gilanya’ Uang Panaik, No 3 Diundang TV
Dalam catatan Tribun Timur.com dalam kurung 8 bukan terakhir setidaknya ada 7 pernikahan warga Sulsel dengan warga Asing
Maharnya, tidak muluk-muluk.
Hanya cincin dan gelang emas, serta seperangkat alat salat.
"Maharnya yakni satu cincin seberat 2 gram dan gelang 5 gram dan seperangkat alat salat," kata Seng kepada TribunBone.com di sela-sela acara pernikahan anaknya.
Kathleen Mijo kovarbasic mengikuti agama suaminya.
'Gilanya' Uang Panaik Gadis Sulsel
Nilai mahar atau "uang panaik" yang femiliar bagi warga Sulsel, heboh Mei lalu.
Pernikahaan Anjas Malik-Kurnia Amaliah Hambali di Jl Pahlawan, Kecamatan Binamu, Kabupaten Jeneponto, dilangsungkan dengan uang panaik fantastis.

Uang panaik untuk Kurnia yang akrab disapa Ino satu miliar rupiah, ada lagi plusnya yang mencengangkan.
Yaitu emas pernik berlian, selanjutnya, satu rumah mewah kelas Jeneponto, seunit mobil mewah Toyota Alphard, dan tanah kering satu hektar.
Lain kisah tarik ulur mahar di Kabupaten Wajo yang justru berujung maut. Ingat berita kematian Sulfiani alias Cuppi?
Sabtu (4/3/2017), gadis di Kecamatan Belawa, Wajo, itu nekat mengakhiri hidupnya (teguk racun) karena tawar-menawar mahar luar jangkauan.
Kesaksian kakak Sulfiani, Senni (27), kekasih almarhumah, Tahir, sudah meminang Sulfiani.

Tahir menawarkan 'uang panaik Rp 7 juta.
Uang panaik itu ditolak mentah-mentah keluarga Cuppi.
Alasan utama keluarga perempuan: harga sapi saja tidak cukup.
Senni saja, dinikahi dengan uang panaik Rp 25 juta, itu angka mahar lima tahun sebelumnya.
"Saya kan menikah 2013, uang panaiknya Rp 25 juta, ya kalau tidak bisa di atasnya, paling tidak, setaralah," cerita Senni kepada TribunWajo.com, Senin (6/3/2017).