Tekait Kasus Rohingya, Tokoh Agama di Sulsel Minta Warga Tetap Jaga Kerukunan
Adrie juga meminta agar masyarakat tetap menjaga kerukunan umat beragama. Peristiwa kekerasan di Myanmar sama sekali bukan persoalan agama.
Penulis: Hasan Basri | Editor: Anita Kusuma Wardana
Laporan wartawan Tribun Timur Hasan Basri
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR -- Sejumlah tokoh agama yang tergabung dalam Forum Kerukunan Agama Bersatu (FKUB) angkat biacara terkait peristiwa kekerasan dan pembunuhan yang dialami warga Rohingya di Negara Bagian Rakhine, Myanmar.
Ketua Persekutuan Gereja-gereja Indonesia (PGI) Wilayah Sulselbara, Pdt. Adrie O. Massie meminta agar semua masyarakat khususnya umat Kristiani untuk berdoa bersama agar tragedi kemanusiaan di Rohingya segera dihentikan.
Adrie juga meminta agar masyarakat tetap menjaga kerukunan umat beragama. Peristiwa kekerasan di Myanmar sama sekali bukan persoalan agama. Sebab, tidak ada ajaran agama yang membolehkan umatnya melakukam kekerasan terhadap sesamanya.
"Masalah yang terjadi di Myanmar berkaitan dengan masalah politik. Kita Umat bergama di Sulsel sudah menikmati hidup damai dan memeliharan serta menjaga kerukunan. Jangan sampai kejadian ini merusak ini," kata Pdt. Adrie O. Massie.
Senada juga disampaikan perwakilan Konghucu, Hans bahwa sangat prihatin dengan kejadian menimpa umat Islam di Rohingya.
"Kami berharap agar kejadian disana jangan dibawa kesini.Mari kita jaga kerukunan yang sudah terjaga dengan baik selama ini," paparnya.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/rohingya2_20170726_223620.jpg)