Premium Langka di Barru, Ini Sebabnya
Hal itu diungkapkan oleh salah seorang Pemilik SPBU Afif saat ditemui di rumahnya Jl Sultan Hasanuddin, Kecamatan Barru, Kabupaten Barru
Penulis: Akbar | Editor: Imam Wahyudi
TRIBUNBARRU. COM, TANETE RILAU - Stok Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis premium di Kabupaten Barru saat ini sedang langka.
Hal itu diungkapkan oleh salah seorang Pemilik SPBU Afif saat ditemui di rumahnya Jl Sultan Hasanuddin, Kecamatan Barru, Kabupaten Barru, Senin (28/8/2017).
"Sekarang sudah kurang sekali karena pengambilan BBM untuk premium kami sudah dibatasi PT Pertamina Pare-pare dan Makassar," kata Afif kepada tribunbarru.com.
Dia menyebutkan, batas pengambilan premium atau bensin untuk SPBU hanya delapan ribu liter per hari.
"Kalau biasanya kami melakukan pengisian sampai tiga kali atau tiga mobil yang jumlahnya 24 ribu liter dalam sehari, sekarang sisa delapan ribu liter," ujar Afif.
Kelangkaan bensin di SPBU sudah berlangsung sejak Juli.
"Di mana-mana itu sekarang begitu, semuanya sudah dibatasi dari bulan Juli, kami tidak tau juga alasannya dari pihak PT Pertamina kenapa membatasi. Kami hanya ikut aturan saja," uca Afif menambahkan.
Akibat kurangnya BBM jenis premium yang disalurkan, SPBU Garessi setiap hari kehabisan.
"Selama pengambilan dibatasi, paling lama jelang sore sudah habis kita punya bensin, jadi pengendara mau tidak mau harus beli perlite sebagai pengganti premium," ujarnya.
Hal senada yang disampaikan Pengelola SPBU Tanete Abdul Rasyid, mengatakan BBM jenis premium juga langka di SPBU yang dikelolanya.
"Kalau bensin di SPBU kami tiap hari tetap ada, tapi kita dibatasi. Mungkin di PT Pertamina sekarang lagi kurang juga jadi kami pesan berapa-berapa liter saja yang bisa," kata Rasyid.
Pantauan tribunbarru.com, BBM jenis premium di kedua SPBU tersebut didapati dalam keadaan kehabisan.
Pengendara yang singgah mengisi BBM hanya membeli solar dan pertalite.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/bensin-habis_20170828_230621.jpg)