Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

CITIZEN REPORTER

Ketua MUI Luwu Raya Naik Menara 99 Meter di Ponpes Wali Barokah Kediri

Seusai Shalat Subuh berjamaah di Masjid Baitul A’la Ponpes Wali Barokah, ketua MUI diajak menapaki tangga Menara Asmaul Husna

Penulis: CitizenReporter | Editor: Ardy Muchlis
Citizen Reporter
Ketua MUI se-Luwu Raya mengunjungi Menara Asmaul Husna di Ponpes Wali Barokah, Kediri, Jawa Timur, Minggu (20/8/2017). Para Ketua MUI se-Luwu Raya juga mengunjungi perpustakaan pondok dan melihat proses belajar mengajar di kelas. 

Ilmaddin Husain
Wakil Sekretaris LDII Sulsel
Melaporkan dari Kediri Jawa Timur

TRIBUN-TIMUR.COM,-- Ketua Pondok Pesantren (Ponpes) Wali Barokah Kediri KH Sunarto mengajak rombongan Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) se-Luwu Raya mengunjungi Menara Asmaul Husna di Ponpes Wali Barokah, Kediri, Jawa Timur, Minggu (20/8/2017).

Peserta kunjungan antara lain, Ketua MUI Kota Palopo KH Syarifuddin Daud, Ketua MUI Kabupaten Luwu KH Muhammad Aswawi, Ketua MUI Kabupaten Luwu Timur KH Abdul Azis Rajmal, dan Ketua MUI Kabupaten Luwu Utara KH Muhammad Idris.

Adapun pengurus LDII yang turut serta antara lain, Wakil Ketua LDII Sulawesi Selatan Renreng Tjolli, Sekretaris LDII Kota Palopo Baharuddin, Sekretaris LDII Luwu Nurhasim, Ketua LDII Luwu Utara Syaifullah, dan Wakil Ketua LDII Luwu Timur Muhammad Syarif.

Seusai Shalat Subuh berjamaah di Masjid Baitul A’la Ponpes Wali Barokah, ketua MUI diajak menapaki tangga Menara Asmaul Husna. Sebelum menapaki tangga, Ketua Ponpes Wali Barokah KH Sunarto menjelaskan sejarah peresmian menara berkubah emas ini.

“Menara ini diresmikan oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla pada 23 Januari 2009. Prasasti peresmiannya tersimpan dengan baik,” katanya.

Ketua MUI se-Luwu Raya mengunjungi Menara Asmaul Husna di Ponpes Wali Barokah, Kediri, Jawa Timur, Minggu (20/8/2017). Para Ketua MUI se-Luwu Raya juga mengunjungi perpustakaan pondok dan melihat proses belajar mengajar di kelas.
Ketua MUI se-Luwu Raya mengunjungi Menara Asmaul Husna di Ponpes Wali Barokah, Kediri, Jawa Timur, Minggu (20/8/2017). Para Ketua MUI se-Luwu Raya juga mengunjungi perpustakaan pondok dan melihat proses belajar mengajar di kelas. (Citizen Reporter)

Menara Asmaul Husna, kata KH Sunarto, menjadi ikon Kota Kediri. “Menara ini mempunyak ketinggian 99 meter dan 23 lantai. Kami pernah menghitung jumlah anak tangganya yang berjumlah 464 buah,” ujarnya.

Menapaki satu per satu tangga menara, kata KH Sunarto, sama dengan berolahraga. Adapun orang yang pernah menaiki tangga, paling tua berusia 73 tahun.

“Jika saat ini Ketua MUI Luwu yang berusia 78 tahun naik menara Asmaul Husna, maka berarti memecahkan rekor,” jelasnya disambut tawa hadirin.

Ia memaparkan, lantai 1 menara digunakan sebagai kantor pendidikan penghafal Quran. Lantai 2 menjadi ruang belajar. Lantai 3 menjadi perpustakaan Majelis Taujil wal Irsyad. Lantai 4 sebagai ruang belajar.

Sekitar pukul 06.00 WIB, para Ketua MUI Luwu Raya mulai menaiki menara. Dari atas menara, panorama Kota Kediri dapat dilihat jelas. Saat para rombongan menapaki tangga, angin sepoi-sepoi berhembus.

Saat ini, sedang dikerjakan pembuatan lift Menara Asmaul Husna. “Beberapa tamu menyarankan, menara ini dibuatkan lift. Saat ini, liftnya sedang dalam proses penyelesaian,” ucapnya.

Karena keterbatasan waktu, para Ketua MUI se-Luwu Raya hanya menapaki lantai 9 menara.

“Jika sudah kembali ke Sulawesi Selatan, bapak-bapak sudah bisa mengatakan bahwa sudah pernah naik ke menara. Kedepan, jika bapak-bapak kembali berkunjung kemari, kita akan kembali melanjutkan perjalanan hingga ke lantai yang lebih tinggi,” tutur KH Sunarto disambut tawa.

Lebih lanjut, pihaknya mengatakan, Ponpes Wali Barokah membina sekitar 3.500 santriwan-santriwati.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved