Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Bendera Terbalik Tak Cukup, Hal Ini Bikin Indonesia Terluka di Sea Games, Nomor 4 Sampai Nangis

Sebelum insiden bendera terbalik, kekecewaan sudah dirasakan oleh Indonesia selama mengikuti ajang Sea Games 2017 di Malaysia

Editor: Aqsa Riyandi Pananrang
instagram
Lindswell Kwok, atlit Wushu Indonesia di SEA Games 2017 Malaysia 

TRIBUN-TIMUR.COM, JAKARTA – Tahun ini, Malaysia mengemban tanggung jawab sebagai tuan rumah untuk Sea Games ke-29.

Sebanyak 11 negara di kawasan Asia Tenggara, termasuk Indonesia ikut berpartisipasi dalam ajang olahraga yang sudah ada sejak tahun 1959 silam.

Namun, gelaran acara itu, ternoda akibat kecerobohan pihak penyelenggara. Indonesia dikecewakan dengan adanya insiden warna bendera yang terbalik dalam buku panduan Sea Games 2017.

Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), Imam Nahrawi yang hadir secara langsung tak habis pikir dan langsung melontarkan kekecewaannya di akun Twitter miliknya, @imam_nahrawi.

Baca: Setelah Bendera Terbalik, Beredar Foto Timnas Indonesia Kehabisan Makanan di Malaysia

Baca: Ternyata Koran Malaysia Juga Salah Bendera, Pantasan Presiden Jokowi Tunggu Maaf Resmi

Baca: Minta Maaf kepada Indonesia Terkait Bendera Terbalik, Ini Pernyataan Resmi Pemerintah Malaysia

Namun ternyata, itu bukan satu-satunya kekecewaan yang diterima oleh kontingen Indonesia selama ajang Sea Games 2017.

Sebelum insiden bendera terbalik, kekecewaan sudah dirasakan oleh Indonesia selama mengikuti ajang Sea Games 2017 di Malaysia. Berikut ini 5 kekecewaan Indonesia di penyelenggaraan Sea Games.

1. Atlet Indonesia Diperlukan Tak Nyaman

Pemain Timnas Indonesia U-23 berpose sebelum laga melawan Malaysia U-23 di Stadion Si Jalak Harupat, Bandung, Kamis (21/5/2015).
Pemain Timnas Indonesia U-23 berpose sebelum laga melawan Malaysia U-23 di Stadion Si Jalak Harupat, Bandung, Kamis (21/5/2015). (KOMPAS.COM/JALU WISNU WIRAJATI)

Tim Nasional Sepak Bola U-22 tiba di Malaysia pada Sabtu (12/8), namun selang sehari menginjakan kaki di Malaysia, Indonesia langsung merasakan kekecewaan.

Mereka kecewa lantaran ketika melakukan latihan perdana pada Minggu (13/8), kondisi lapangan begitu tak steril. Kala itu, Timnas U-22 harus melakukan latihan di Stadion Universitas Kebangsaan Malaysia (UKM), sebelum laga melawan timnas Thailand.

Stadion mini tersebut dibuka untuk umum, sehingga banyak orang yang menonton dan melakukan jogging di lintasan lari lapangan stadion tersebut saat timnas berlatih. Hingga akhirnya, asisten pelatih Timnas U-22 Bima Sakti harus mengajukan komplain.

2. Kartu Kuning Evan Dimas

Evan Dimas merayakan keberhasilan mencetak gol ke gawang Filipina, Selasa (9/6/2015).
Evan Dimas merayakan keberhasilan mencetak gol ke gawang Filipina, Selasa (9/6/2015). (FERNANDO RANDY/BOLA)

Para penggemar sepak bola mendesak pihak PSSI untuk melakukan banding atas kartu kuning yang diberikan pada Evan Dimas kala Timnas U-22 menang 1-0 atas Timor Leste.

Keputusan itu sungguh merugikan bagi Indonesia lantaran sebelumnya Evan sudah mengantongi satu kartu kuning hingga otomatis dirinya harus absen pada pertandingan selanjutnya.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved