800 Dokter THT akan Kumpul di Makassar, Ini yang Dilakukan
Sebelum pelaksanaan PITO XI, terlebih dahulu diadakan pelatihan ahli bedah telinga yang dihadiri 14 dokter ahli telinga.
Penulis: Hasan Basri | Editor: Anita Kusuma Wardana
Laporan wartawan Tribun Timur Hasan Basri
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR -- Sebanyak 800 dokter spesialis Telinga Hidung dan Tenggorokan (THT) akan berkumpul di Makassar, Sulawesi Selatan pada Jumat 11 Agustus 2017 mendatang.
Kehadiran para dokter ahli itu dalam rangka menghadiri penyelenggaraan Pertemuan Ilmiah Kelompok Studi Otologi (PITO) XI yang akan dilangsungkan di Grand Clarion Hotel Jl AP Pettarani, Makassar.
Ketua Perhimpunan Ahli THT se Indonesia (PERHATI) Pusat, dr Soekirman Soekin mengatakan, pertemuan para dokter-dokter ahli telinga ini sangat penting, karena mengenalkan teknologi terbaru untuk membebaskan masyarakat dari ancaman ketulian.
"Dokter ahli telinga seluruh Indonesia akan hadir pada Jumat mendatang. Ada sekitar 800 peserta yang berminat dalam penyakit, terkait telinga atau kesehatan pendengaran," kata dr Soekiman kepada Tribun.
Menurut Soekiman, Makassar sebagai pilihan tempat penyelenggaraan Pito XI karena wilayah kota daeng dianggap sebagai lokasi strategis dan sangat potensi.
"Pertemuan para ahli THT bidang telinga ini merupakan yang ke 11," tuturnya.
Sebelum pelaksanaan PITO XI, terlebih dahulu diadakan pelatihan ahli bedah telinga yang dihadiri 14 dokter ahli telinga. Pelatihan dikemas dalam bentuk Workshop Temporal Bone Dissection Pra Pertemuan Ilmiah Tahunan Otologi (PITO) Kelompok Studi Otologi
Workshop berlangsung di Skill Laboratorium Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin, Makassar, Rabu (9/8/2017). "Pelatihan ini dilakukan sebab bedah telinga sangat unik karena terdapat organ telinga yang sulit dipelajari anatominya," sebutnya.
Kesulitan diakui, karena berada pada tulang sempit atau biasa disebut tulang temporal. Tulang temporal ini merupakan organ organ vital. Dimana terdapat pembuluh darah yang besar, saraf yg mengontrol ekspresi muka, alat keseimbangan, alat penerima suara, tulang pendengaran dan lain lain.
"Kalau di dalam tulang temporal telinga terjadi kerusakan, bisa menyebabkan matinya otak karena dia menerima saplamen darah. Telinga juga merupakan dasar dari otak,"tuturnya.
Ditambahkan, dokter ahli yang hadir tidak hanya di Indonesia, tetapi juga mengundang beberapa perserta dan pembicara dari luar negeri seperti Malaysia, Singapura dan beberapa negara lainya.
"Harapan kami, kompetensi para semua peserta lebih meningkat dan menyebar keseluruh Indonesia," tuturnya.
Sementara Koordinator Pelaksana Workshop TBD Pra PITO, dr Linda Kodrat menyampaikan pelatihan ini merupakan yang kelima kalinya untuk bidang Temporal. "Di Makassar sudah lima kali," tuturnya.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/awas-pembersih-telinga-cutton-bud_20150910_143426.jpg)