Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Dinas Perdagangan Bantah Garam Langka di Luwu, Ini yang Terjadi

Hal ini dikatakan Husna saat ditemui tribunluwu.com di kantornya, Jl Jalur Dua Belopa, Kelurahan Sabe

Penulis: Desy Arsyad | Editor: Imam Wahyudi
desy/tribunluwu.com
Suasana Pasar Tradisional Modern Belopa, di Kelurahan Sabe, Kecamatan Belopa Utara, Kabupaten Luwu, Jumat (4/8/2017). Stok garam di pasar ini mulai berkurang. 

TRIBUNLUWU.COM, BELOPA - Kepala Bidang Usaha Perdagangan, Dinas Perdagangan Kabupaten Luwu, Husna Sunusi, membantah jika garam langka di Luwu.

Hal ini dikatakan Husna saat ditemui tribunluwu.com di kantornya, Jl Jalur Dua Belopa, Kelurahan Sabe, Kecamatan Belopa Utara, Luwu, Sabtu (5/8/2017).

"Garam tidak langka di Luwu, hanya saja stoknya berkurang. Karena kita masih bisa dapatkan di pasar dan masih bisa penuhi semua kebutuhan warga," ujarnya.

"Apalagi kita disini, tidak ada industri yang pakai garam skala besar. Tapi kalau kita mau beli masih ada di pasar, itu pun dipakai selama satu bulan kalau untuk keperluan rumah tangga saja," tambahnya.

Sehari sebelumnya, sejumlah pedagang di Pasar Sentral Belopa mengeluhkan minimnya pasokan garam.

Bahkan, garam halus sudah kosong selama sepekan terakhir.

Padahal garam halus banyak dicari oleh pelaku usaha rumah makan di Kabupaten Luwu.

Kalau pun ada, harganya naik dari Rp 1.700 per bungkus isi 500 gram,  menjadi Rp 2.500 perbungkus.

Sumber: Tribun Timur
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved