Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Garam Langka di Luwu, Ini Penjelasan Pedagang

Seorang pedagang, Taniyem, mengatakan beberapa hari terakhir stok garam yang masuk ke pedagang pengecer

Penulis: Desy Arsyad | Editor: Imam Wahyudi
desy/tribunluwu.com
Suasana Pasar Tradisional Modern Belopa, di Kelurahan Sabe, Kecamatan Belopa Utara, Kabupaten Luwu, Jumat (4/8/2017). Stok garam di pasar ini mulai berkurang. 

TRIBUNLUWU.COM, BELOPA - Stok garam di Pasar Tradisional Modern Belopa, di Kelurahan Sabe, Kecamatan Belopa Utara, Kabupaten Luwu, mulai menipis.

Seorang pedagang, Taniyem, mengatakan beberapa hari terakhir stok garam yang masuk ke pedagang pengecer dari pedagang besar memang berkurang.

Bahkan stok garam halus di pasar-pasar tradisional yang ada di Kabupaten Luwu kosong.

"Seminggu terakhir ini garam halus kosong di pasar, dicari dimana juga tidak ada barangnya," ujar salah seorang pedagang, Taniyem, Jumat (4/8/2017).

Padahal garam halus banyak diminati konsumen di Luwu.

Harga garam kasar pun naik, yakni Rp 2.500 per bungkus isi 500 gram dari harga sebelumnya Rp 1.600 per bungkus.

Lanjut Taniyem, selama sebulan terakhir stok garam menipis dan hanya mendapat rata rata 30 bungkus per pedagang untuk dijual akibat pasokan berkurang.

"Dulu biasa saya dapat dua bal perminggu, tapi sekarang hanya satu bal, itupun dibagi bagi sama teman pedagang disini," katanya.

Satu bal garam kasar berisikan 50 bungkus isi 500 gram perbungkus.

Pedagang berharap kepada pemerintah untuk menyediakan stok garam, karena mereka khawatir stok garam akan habis dan harga akan mengalami kenaikan drastis.

Sumber: Tribun Timur
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved