Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Stop Cabut Uban, Ini Akibatnya

"Tak ada gunanya mencabut uban, lebih baik potong saja dengan hati-hati," katanya.

Editor: Suryana Anas
isigood
ilustrasi 

TRIBUN-TIMUR.COM -Mencabut uban kerap dilakukan. Ini karena satu dua helai rambut beruban yang muncul tersebut, membuat kita panik karena merasa usia masih muda.

Tetapi untuk mencabut uban yang muncul juga kita merasa takut karena khawatir nantinya uban akan bertambah banyak. Benarkah?

Sebenarnya kekhawatiran dan larangan mencabut uban tersebut tidak beralasan.

Para ahli mengatakan, tak mungkin beberapa rambut tumbuh dari satu tempat yang sama.

"Jika ada lebih dari satu rambut tumbuh pada tempat yang sama, itu terjadi karena bersatunya dua folikel rambut. Bisa terjadi tapi sangat jarang," kata Elizabeth Cunnane Phillips, ahli rambut.

Baca: Rambut Beruban, Kulit keriput, Lihat 6 Gaya Kakek Gaul di Dunia Maya Ini

Meski begitu, ia tidak menyarankan untuk mencabut uban. "Tak ada gunanya mencabut uban, lebih baik potong saja dengan hati-hati,' katanya.

Mencabut uban bisa menyebabkan kebotakan. Hal ini disebabkan folikel rambut yang mengalami trauma. Akibatnya rambut tidak tumbuh lagi, baik itu pada rambut di bagian kepala atau alis.

"Jika kita sering mencabuti uban pada satu area kepala, lama-lama tubuh akan mengirim sinyal ke folikel rambut untuk tidak perlu memproduksi rambut di area itu dan folikelnya beristirahat. Rambut pun jadi tipis dan bahkan botak pada satu area," paparnya.

Bila Anda tidak merasa percaya diri dengan rambut yang mulai memutih, lebih baik diwarnai saja. Jangan malah mencabut uban. (tabloid-nakita.com/intisari-online.com/Ade Sulaeman)

Berita ini sebelumnya sudah terbit di Tribunnews.com dengan judul Risiko dari Mencabut Uban

Sumber: Tribunnews.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved