Hindari Makanan Ini Selama Musim Libur Lebaran
Menu daging dan makanan berkolesterol lainnya tak dapat dihindari saat bertamu di musim lebaran.
Penulis: Mahyuddin | Editor: Mahyuddin
TRIBUN-TIMUR.COM - Menu daging dan makanan berkolesterol lainnya tak dapat dihindari saat bertamu di musim lebaran.
Bagi penderita kolesterol tentu sangat berpantangan dengan menu itu.
Lantas, bagaimana caranya agar bisa menikmati hidangan lebaran tanpa takut risiko lemak dan kolesterol meningkat?
Salah satu caranya adalah hindari makanan bersantan.
Dr Saptawati Bardosono, MSc, dokter ilmu gizi dari FKUI mengatakan, agar bisa menikmati semua hidangan lebaran dan terhindar dari berbagai penyakit setelah lebaran, kita harus bijak berpikir, berhitung, dan membuat beberapa strategi sebelum menikmatinya.
Pertama, harus dapat mengontrol diri.
Bukan tidak boleh menyantap semua hidangan lebaran, namun jumlah asupan kalori dan jenis makanan yang disantap harus dibatasi.
“Asupan lemak, kolesterol, karbohidrat, dan kalori yang berlebih dapat meningkatkan kadar gula darah dan lemak darah,” ujar Sekretaris dari Perhimpunan Nutrisi Indonesia itu.
Kedua, mengurangi konsumsi lauk hewani.
Sebab kandungan kolesterol jahat atau LDL jauh lebih banyak dibandingkan kolesterol baiknya.
Maka dapat menggantinya dengan mengonsumsi lauk nabati, seperti tahu, tempe, dan kacang-kacangan.
Tetapi, jumlah konsumsi lauk nabati juga tidak boleh berlebih.
Ketiga, hindari makanan yang mengandung santan.
Mengonsumsi makanan mengandung santan dalam jumlah banyak memang kerap tak terelakkan selama lebaran.
Di balik kenikmatannya, kandungan santan dalam hidangan tersebut lebih besar meningkatkan kadar kolesterol jahat di tubuh.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/menu-lebaran_20160704_135718.jpg)