Ulah Begal di Makassar

Ditangkap di Ratulangi, Si Begal Tamsir Ditembak di Galesong Utara

Ditembak dua kali, pada bagian lutut kanan dan betis sebelah kiri, usai melarikan diri saat pengembangan.

Ditangkap di Ratulangi, Si Begal Tamsir Ditembak di Galesong Utara
TRIBUN TIMUR/DARUL AMRI
Tamsir Tarmizi (19) warga Rajawali lorong 13 kota Makassar ditembak petugas Resmob Polda Sulsel di Galesong Utara, Kabupaten Takalar, Selasa (13/6/2017) pukul 04.00 Wita. Ia ditembak dua kali, pada bagian lutut kanan dan betis sebelah kiri, usai melarikan diri saat pengembangan. 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Tamsir Tarmizi (19) warga Rajawali lorong 13 kota Makassar ditembak petugas Resmob Polda Sulsel di Galesong Utara, Kabupaten Takalar, Selasa (13/6/2017) pukul 04.00 Wita.

Tarmizi adalah tersangka Pencurian dan Kekerasan (Curas) alias begal, Tirmizi ditembak tim Resmob Polda Sulsel saat dibawa pengembangan mencari motor yang dipakai saat lakukan aksi begal.

Kanit Resmob Polda Sulsel Kompol M. Yunus Saputra mengatakan, tersangka Tarmizi ditembak dua kali, pada bagian lutut kanan dan betis sebelah kiri, usai melarikan diri saat pengembangan.

Baca: Membegal di Tamalanrea, Tamsir dan Randi Diringkus Resmob Polda Sulsel

"Tim sedang melakukan pengembangan mencari motor yang dipakai pelaku saat beraksi. Tiba-tiba pelaku berontak, kami berikan peringatan tapi dia tetap saja berontak, akhirnya dtemabak," katanya.

Sebelumnya, Tamizi bersama rekannya, Muh. Randi (17) warga Kumala 2 lorong 14 ditangkap ditempat berbeda, Tarmizi di Jl Dr. Sam Ratulangi, sedangkan Muh. Randi diamanakan polisi dirumahnya.

Keduanya diamankan berdasarkan pada Laporan Polisi (Lp) dengan nomor LP / 715 / VI / 2017 / Tabes / Sek Tamnrea. Dimana dalam LP tersebut, Tarmizi dan Randi selalu beraksi bersama-sama.

"Selain satu laporan polisi itu, ada lagi delapan catatan kriminal yang mereka mengakui, dari delapan itu kedua pelaku pernah begal empat kali tahun 2017 dan empat kali tahun 2016," jelas Yunus.

Diantaranya pada tahun 2017, di BTP bulan maret 2017, di Jl. Emy Saelan mei 2017, di Jl. Sultan Alaudin, samping Rutan Makassar, bulan november 2017, dan di Jl. Pelita Raya bulan mei 2017.

Sedangkan di tahun 2016, dua pelaku memulai aksi begal di Jl. Kakatua bulan april 2016, di Jl. Mappanyukki bulan mei 2016, di Jl. Veteran bulan juni 2016 dan di Jl. Lamadukelleng tahun 2016. (dal)

Penulis: Darul Amri Lobubun
Editor: Suryana Anas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved