Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Konsep Bangunan Disoal, Ini Tanggapan Manajemen Grand Mall Batangase

Store Manajer Grand Mall Batangase, Maros Darlan Hasim menjelaskan mal tersebut dibangun dengan konsep eropa klasik modern.

Tayang:
Penulis: Ansar | Editor: Ardy Muchlis
Ansar/Tribun Timur
Store Manajer Grand Mall Batangase, Maros Darlan Hasim 

Laporan Wartawan Tribun Timur, Ansar Lempe

TRIBUN TIMUR.COM, MAROS- Store Manajer Grand Mall Batangase, Maros Darlan Hasim menjelaskan mal tersebut dibangun dengan konsep eropa klasik modern.

"Jadi ornamen interior kami bukan melambangkan keyakinan tertentu. Kita ini punya konsep Eropa. Lukisan yang kami panjang tidak ada dari keyakinan lain," kata Darlan saat ditemui di Mall, Minggu (4/6/2017).

Pengelola sengaja membangun Grand Mall Batangase dengan konsep berbeda, supaya warga Sulawesi, khususnya Maros bisa menikmati suasana Eropa tanpa biaya mahal.

Untuk patung seksi atau setengah telanjang, awalnya mau dipasang di pagar depan mall. Namun hal tersebut diprotes. Pengelola kemudian memindahkan ke teras mall.

"Kami mau warga Sulawesi tidak perlu ke eropa untuk melihat bangunan seperti ini. Cukup datang ke Maros saja. Kalau patung itu, dulu mau dipasang di pinggir jalan tapi dilepas karena ada yang protes," ujarnya.

Menurutnya, seharusnya Maros bangga, karena sudah memiliki bangunan berkonsep Eropa yang belum dimiliki daerah lain seperti Makassar.

Sementara untuk karyawan, pengelola merekrut sekitar 90 persen dari Maros. Sisanya merupakan tenaga ahli dari luar daerah.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved