Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Muliadi Diterkam Buaya Sungai Pompengan Luwu, Ini Kata Kakaknya

Sebelum adiknya jadi korban terkaman buaya, kata Asriadi, sudah ada korban lain yang diterkam 'penghuni' Sungai Pompengan.

Penulis: Desy Arsyad | Editor: Imam Wahyudi
desy/tribunluwu.com
Suasana rumah duka, korban diduga diterkam buaya sungai pompengan, di Dusun Kaju Datu, Desa Pompengan, Kecamatan Lamasi Timur, Kabupaten Luwu, Jumat (2/6/2017). 

TRIBUNLUWU.COM, LAMASI TIMUR - Korban tewas diterkam buaya di sungai Dusun Kaju Datu, Desa Pompengan, Kecamatan Lamasi Timur, Kabupaten Luwu, Kamis (1/6/17), Muliadi (29), dilaporkan sering mandi di sungai tersebut.

"Memang setiap hari dia mandi di sungai. Kondisi mental adik saya itu agak terganggu" ujar kakak Muliadi, Asriadi, kepada tribunluwu.com, Jumat (2/6/17).

Asriadi menuturkan, adiknya itu gangguan jiwa sejak usia 17 tahun, setelah tamat di Sekolah Menengah Atas (SMA).

"Sejak tamat SMA mulai'mi sakit. Dulu itu dia mau sekali kuliah tapi tidak dikasih karena orangtua tidak punya biaya, mulai disitu dia sakit," tutur Asriadi.

Dia menjelaskan, sudah lama warga tidak mandi di sungai tersebut karena ada buaya.

Sebelum adiknya jadi korban terkaman buaya, kata Asriadi, sudah ada korban lain yang diterkam 'penghuni' Sungai Pompengan.

Kepala Desa Pompengan, Alim Bahri, mengatakan sudah ada lima korban diterkam buaya di desanya.

"Sudah banyak korban disini diterkam sama buaya. Sebelum Muliadi sudah ada empat korban, satu juga meninggal yang lainnya masih hidup," kata Alim.

Alim juga bercerita jika buaya di sungai pompengan sering menampakkan dirinya.

"Setiap hari itu buaya tampakkan dirinya, tadi pagi lagi ada naik itu buaya. Besar memang itu buaya panjangnya sekitar tiga meter," jelas Alim.

Buaya di sungai tersebut dikenal ganas.

"Sendal atau sepatu saja dibuang ke sungai pasti langsung diterkam," tambah Alim.

Untuk mengantisipasi ada korban selanjutnya, Alim akan meminta bantuan pihak Danramil dan Kapolsek untuk menangkap atau membunuh buaya.

Muliadi, korban diduga diterkam buaya ditemukan oleh warga Desa Kendekan, Amdi, mengapung di sungai pompengan pada Kamis (1/6/2017) sore.

Kondisi tubuh Muliadi sudah tidak lengkap, kedua tangan dan kakinya sudah tidak ada.

Hanya tubuh (badan) dan kepala yang tersisa, diduga usai dimakan oleh buaya penghuni sungai pompengan.

Sumber: Tribun Timur
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved