Ramadan 1438 H
Gadis Australia ini Tak Izin Orangtua saat Jadi Muallaf di Makassar, Ucap Syahadat Ditemani Pacar
Perempuan itu mengaku sudah ingin masuk Islam, tapi belum mendapat restu dari keluarga.
Penulis: Fahrizal Syam | Editor: Edi Sumardi
Indah dan Fadel Austyn malah datang telat.
"tadi pagi saya telat bangun & wayan sdh siap dr jam 6, akhirnya kt jalan jam stengah 10 pagi, tanpa mendaftar sm sekali tp dengan niat kita di bukakan jalan.. ternyata ada jalur utk Non Muslim. Alhamdulillah kt di sediakan kursi vip.. & then subhanallah, pertanyaan wayan sdh terjawab oleh Dr Zakir Naik dan dia memilih untuk masuk Islam," demikian ditulis Fadel Austyn melalui akunnya pada Instagram @fadelaustyn sebagai caption posting-an foto sang kekasih pada acara tersebut.
Indah sebenarnya telah berusaha mendaftarkan diri secara online sesuai dengan layanan disediakan penyelenggara acara.
Namun, upayanya gagal.
Dia juga tak tahu jika non-Muslim tak perlu repot mendaftar, pasalnya akan diprioritaskan untuk masuk.
"3 minggu sebelum acara kt sdh coba utk mendaftarkan diri lewat Website, tapi terus gagaal sampai tadi malam.." tulis Fadel Austyn melalui @fadelaustyn.
Usai ceramah, Zakir Naik membuka sesi tanya jawab.
Dia mengutamakan peserta non-Muslim yang ingin bertanya.
Seorang peserta non-Muslim asal Myanmar, berdiri dan maju ke dekat panggung.
“Saya seorang murtad dan telah meninggalkan Islam...”
Baca: Ditanya Seorang Murtad, Ini Jawaban Zakir Naik
Zakir Naik langsung memotong kalimat dalam bahasa Inggris si penanya.
Dia menyebut menyebut pria itu sangat memalukan karena berani mengumumkan diri sebagai orang murtad.
"Di India, kaum Muslimin monirotas, tapi sangat memalukan jika bertanya di depan mic lalu mengatakan saya murtad. Toleransi jenis apa ini seorang dengan beraninya mengatakan saya murtad?" kata Zakir Naik dengan suara meninggi.
Zakir Naik mengatakan, pria yang menyebut dirinya mempelajari politik tersebut sangatlah memalukan.