Pilgub DKI Jakarta
Terungkap, Ini Peran Besar JK di Balik Kemenangan Anies-Sandi, Dulu Tak Ada yang Mau Usung
Sosok Pengusaha Chairul Tanjung pun sempat dibidik. Namun Chairul menolak karena bisnisnya tengah susah.
"Waktu itu dia bilang enggak apa-apa saya jadi wakil tapi pertemukan Pak Prabowo dengan Pak SBY," tutur Zulkifli menirukan pernyataan Sandiaga saat itu.
"Nah, saya tahu kalau Pak Prabowo, Pak SBY ketemu mesti ada jaminan lima tahun selesai. Kira-kira itu isinya. Sehingga tak jadi ketemu, sudah putus AHY. Di sini ya sudah Sandi sama Mardani (Ali Sera)," sambung Zulkifli.
Di situ lah peta politik berubah. Prabowo akhirnya menyetujui Anies sebagai calon gubernur.
Baca juga: Usai JK Semprot Danny, Pedagang Pasar Sentral Makassar Mengaku Lega
Itu, ujar Zulkifli, atas intervensi Wakil Presiden Jusuf Kalla.
"Jam 12 malam sampai jam 1 pagi itu ada intervensinya Pak JK. Saya kan suka terus terang. Pak JK boleh enggak ngaku, saya dengar kok teleponnya. Pak JK lah yang meyakinkan sehingga berubah lah," ucap Ketua MPR RI itu.
Namun, saat itu pihak SBY sudah terlanjur mau mengumumkan akan mengusung AHY dan Sylviana Murni.
Sehingga pihak SBY dan Prabowo tak berada di satu koalisi.
Namun, kesepakatan tetap dibangun antara partai pengusung Anies-Sandi maupun partai pengusung AHY-Sylvi bahwa harus ada perubahan di Jakarta.
Simak juga: FOTO-FOTO: JK Menikmati Wisata Alam, Berperahu ke Rammang Rammang

"Karena kami enggak sanggup gubernur yang gaduh terus, sudah enggak sanggup dah. Orang Betawi bilang udah enggak tahan dah. Jadi sepakat kita mesti ada gubernur baru," ucap Zulkifli.
"Jadi kalau kami menang, yang sana gabung. Kalau sana menang, kami yang gabung. Janji laki-laki," tuturnya. (Nabilla Tashandra/Kompas.com)