Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Brokat Semi Prancis dan Sari Dubai Kini Diminati Ibu-Ibu di Makassar

Brokat Semi Prancis warna dusty pink, navy, hijau muda dan abu-abu menjadi warna terlaris sejak awal tahun.

Penulis: Nurul Adha Islamiah | Editor: Anita Kusuma Wardana
ilustrasi brokat semi prancis 

Laporan Wartawan Tribun Timur, Nurul Adha Islamiah

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Jika Anda sedang fokus mencari bahan untuk baju pengantin, pesta maupun lamaran, salah satu jenis kain yang bisa jadi pilihan adalah brokat.

Tidak hanya diaplikasikan pada pakaian resmi berupa kebaya, kini kain lace dan brokat menjadi bahan yang dapat diaplikasikan pada model baju apa saja, yang bisa dipakai untuk kaum muda dengan potongan yang simple namun terlihat elegan yang mengesankan feminim pada pemakainya.

Jenis kain brokat yang sedang diminati adalah brokat semi Prancis. Memiliki karakteristik bahan lembut dan tidak membuat panas. Salah satu toko pakaian dan kain yang menawarkan kain jenis ini adalah Arjuna Textile di Jl Dr Wahidin Sudirohusodo, Makassar.

Menurut Owner Arjuna Textile Makassar, Billu, saat ini tak sedikit ibu-ibu berburu brokat Semi Prancis.

"Banyak pelanggan yang memilih bahan brokat semi Prancis untuk dijadikan sebagai bahan kebaya, gaun, dan hantaran untuk pengantin perempuan. Harga untuk kain renda ini Rp 400 ribu - Rp 500 ribuan," ujar Billu saat ditemui Tribun Timur, Minggu (30/4/2017)

Brokat Semi Prancis warna dusty pink, navy, hijau muda dan abu-abu menjadi warna terlaris sejak awal tahun.

Selain Brokat Semi Prancis, jenis kain lainnya yang ditawarkan Arjuna Textile adalah brokat prada.

"Jenis kain ini dikenal rokat Guipure atau dikenal juga sebagai chemical lace yang dibuat menggunakan mesin Schiffli, yaitu mesin pembuat bordir. Ciri khasnya timbul dan halus. Banyak juga peminatnya," kata Billu.

Jenis kain lainnya yang menjadi koleksi favorit Arjuna Textile Makassar adalah sari Dubai. Dibanderol Rp 1 juta per meter.

"Ciri khas sari Dubai itu glamour. Banyak ornamen melekat. Mulai kembang hingga bling-bling. Kalau harga, bagi pelanggan tak jadi masalah. Memang mereka puas dengan model dan kualitasnya," tambahnya.

Pria berdarah India ini juga menawarkan jenis kain pita. Banyak digunakan untuk membuat mukenah. Banderol harganya Rp 100 ribuan per meter.(*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved